Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, perekonomian Indonesia di tahun 2013 memang masih belum kondusif namun hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap perusahaan pembiayaan di Indonesia.
"2013 tantangan ekonomi terlihat dari makro ekonomi. Tantangan tersebut menjadi momentum. Perusahaan pembiayaan masih positif," kata Firdaus saat acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi Pertemuan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembiayaan telah disalurkan sedikitnya Rp 348 triliun di sepanjang tahun 2013 atau naik 15,21% dari tahun sebeumnya yang hanya Rp 302 triliun.
Menurutnya, peningkatan ini diikuti tingkat kehati-hatian di industri pembiayaan dan rendahnya Non Performance Financing (NPF/Kredit Macet) yang hanya 1,62% pada posisi akhir Desember 2013.
Firdaus mengatakan, perusahaan pembiayaan ke depan akan terus didorong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dengan menerapkan standar pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan.
"Standar dan pengawasan ke depan dituntut setara termasuk pelaku usaha dan masyarakat, peningkatan kualitas layanan nasabah," cetusnya.
(drk/dru)











































