Ekonom Senior dari Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, ada beberapa faktor yang menunjukkan redenominasi harus dilakukan setelah Pemilu. Faktor pertama adalah untuk mencegah kebijakan ini dipolitisasi pihak-pihak tertentu.
"Redenominasi menunggu setelah pemerintah baru terbentuk. Kalau direalisasikan sebelum itu, dikhawatirkan bisa dipolitisasi," kata Fauzi di acara Diskusi Strengthening Indonesia's Financial System di Garden Terrace Four Seasons Hotel, Jakarta, Senin (3/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Redenominasi iutui idealnya dlakukan saat rupiah menguat. Kalau dilakukan saat rupiah melemah bisa diperkirakan akan memicu kepanikan," katanya.
Meski demikian, Fauzi mengatakan, sosialisasi untuk kebijakan redenominasi bisa dilakukan sejak dini. Saat ini menurutnya sosialisasi redenominasi sudah dapat dilakukan, agar saat direalisasikan masyarakat tidak kaget.
"Sosialisasi bisa dilakukan sekarang. Bahwa redenominasi itu bukan pengguntingan nilai uang. Tapi hanya simplifikasi saja. Jadi misalkan US$ 1 sama dengan Rp 12.000, jadi dengan redenominasi jadi Rp 12," katanya.
(zul/dnl)











































