Perseroan juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 21,5% pada akhir 2013 menjadi Rp 472,4 triliun dari Rp 388,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio NPL net 0,58 %.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pertumbuhan penyaluran kredit itu mendorong peningkatan asset menjadi Rp 733,1 triliun dari Rp 635,6 triliun pada Desember 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba juga ditopang pertumbuhan fee based income sebesar 18,6% sehingga mencapai Rp 14,5 triliun pada tahun 2013.
Pada tahun 2013, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tumbuh 23,3 % mencapai Rp 360,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 17% dan kredit modal kerja sebesar 27,4%.
Sektor listrik, gas dan air mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 22,6%, sementara sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 26,8%.
Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 42,3% menjadi Rp 27 triliun pada 2013.
Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat menjadi 349,6 ribu nasabah dari 315,4 ribu nasabah di tahun 2012. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 18,2% menjadi Rp 64,6 triliun.
Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Jumlah nasabah KUR meningkat hingga 40,4% menjadi lebih dari 295 ribu nasabah dengan limit sebesar Rp 14,45 triliun.
“Kami ingin terus tumbuh agar dapat berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian nasional,” kata Budi.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga naik menjadi Rp 556,3 triliun pada Desember 2013 dari Rp 482,9 triliun di Desember 2012.
Dari capaian itu, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan IV-2013 mencapai Rp 359,96 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 17% atau Rp 34,3 triliun hingga mencapai Rp 236,5 triliun.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.
Hingga Desember 2013, Bank Mandiri telah menambah 240 unit kantor cabang sehingga menjadi 2.050 unit dari 1.810 unit pada 2012, penambahan 529 unit ATM sehingga menjadi 11.514 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) menjadi 230.352 unit, dan penambahan 470 jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 1.778 unit.
(/)











































