Bank Mandiri Siapkan Rp 10 T Untuk Caplok Bank

Bank Mandiri Siapkan Rp 10 T Untuk Caplok Bank

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 10 Feb 2014 18:19 WIB
Bank Mandiri Siapkan Rp 10 T Untuk Caplok Bank
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyiapkan dana sedikitnya Rp 10 triliun untuk mengembangkan bisnisnya secara non organik. Salah satunya lewat akuisisi lembaga keuangan. Dana tersebut sudah masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun 2014.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengaku, saat ini pihaknya memang tengah mengincar beberapa lembaga keuangan baik perbankan atau non perbankan untuk diakuisisi.

Namun, pihaknya belum bisa menyebutkan secara gamblang lembaga keuangan apa yang akan diakuisisi. Pastinya, Bank Mandiri untuk mengakuisisi lembaga keuangan atau perbankan kelas menengah dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) mencapai triliunan rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bank Mandiri punya kemampuan untuk bisa akuisisi lembaga keuangan atau perbankan yang kapitalisasi pasarnya puluhan triliun. Tapi akuisisi harus hati-hati jadi nggak mungkin semester satu ini," ujar Budi saat Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan IV/2013 di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Saat ini, Budi menjelaskan, pihaknya tengah melakukan kajian terkait rencana akuisisi tersebut. Budi mengaku, proposal sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mendapatkan 'lampu hijau'.

"Kita sedang mengkaji. Ini perlu proses karena soal legal, kepemilikan. Sudah dibicarakan ke OJK. Mereka mendukung konsolidasi perbankan," terang dia.

Budi menyebutkan, saat ini modal perseroan mencapai Rp 87 triliun. Angka ini sangat dimungkinkan untuk bisa merealisasi rencana perseroan terkait akuisisi.

"Modal Bank Mandiri sekarang Rp 87 triliun. Kita sudah siap ambil lembaga keuangan yang ukurannya puluhan triliun," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN tengah melakukan kajian khusus mengenai akuisisi Bank Mandiri terhadap PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Mandiri nantinya akan memegang penuh saham BTN dan menjadi entitas dari bank berlogo pita emas tersebut.

"Mandiri sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN soal BTN. Tetapi memang belum menemukan jalan terbaiknya saat ini pun masih bergulir," ungkap seorang sumber detikFinance di kalangan Kementerian BUMN.

Tetapi, masih menurut sumber tersebut, ternyata BRI pun berminat untuk mengakuisisi BTN.

"BRI ikutan juga. Tertarik mereka. Tetapi kembali lagi menemui jalan buntu. Nanti akan dibicarakan lebih jauh mengenai hal ini," katanya.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin memang menyampaikan niatnya untuk mencaplok sebuah bank yang merupakan bagian dari ekspansi non-organik perusahaan. Tetapi ia belum berani menyebut bank tersebut.

"Kita mencarinya bank menengah besar," kata Budi dalam pesan singkatnya kepada detikFinance Kamis pekan lalu.

Bank Mandiri bersama Kimia Farma dan Jasindo baru saja mengakuisisi anak usaha Askes, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth). Ini merupakan perusahaan jasa layanan asuransi kesehatan yang saat ini melayani 1,1 juta pemegang polis.

Mandiri menyebut akuisisi ini sejalan dengan langkah perseroan untuk terus tumbuh di sektor jasa keuangan.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads