Bank Ini Dapat Utang Rp 500 Miliar dari AFD

Bank Ini Dapat Utang Rp 500 Miliar dari AFD

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 09:18 WIB
Bank Ini Dapat Utang Rp 500 Miliar dari AFD
Jakarta - Agence Francaise de Development (AFD) memberikan pinjaman senilai US$ 50 juta (Rp 500 miliar) kepada PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) untuk pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi.

Naskah kesepakatan (MoU) ditandatangani bersama Direktur Utama Bank Bukopin Bapak Glen Glenardi dan Country Director, Indonesia AFD Mr Vincent Rousset.

Glen mengatakan, pinjaman tersebut memiliki tenor panjang, yakni maksimum 10 tahun. Pinjaman itu merupakan nilai maksimum, namun Bank Bukopin dapat meningkatkan seiring dengan peningkatan kinerja bisnis terkait proyek-proyek energi terbarukan dan efisiensi energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuan pinjaman ini adalah memperoleh pendanaan jangka panjang dan peningkatan pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga (fee-base), sekaligus meningkatnya portofolio energi terbarukan.

"Ini juga merupakan komitmen Bank Bukopin turut serta mendukung program pemerintah Indonesia di bidang energi," ujar Glen dalam siaran pers, Rabu (12/2/2014).

AFD mulai beroperasi pada saat Jendral Charles de Gaulle mengungsi ke London dan mendirikan organisasi ini pada 2 Desember 1941dengan namaThe Central Fund of Free France (Caissecentrale de la France libre or CCFL).

Peran utama organisasi ini sebagai tresuri Negara dan bank sentral. Pada tahun 1943, kantor pusatnya dipindahkan ke Algeria.

AFD adalah suatu institusi pengembangan keuangan publik Prancis yang bertugas untuk mengurangi kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dan masyarakat di luar Prancis selama lebih dari 70 tahun.

Negara-negara yang telah mendapatkan bantuan: Sub-sahara Afrika: Benin, Burkina Faso, Rep. Afrika Tengah, Chad, Komoros, Kongo, Ghana, Guinea, Madagaskar dll.

Lembaga ini mempunyai banyak proyek di 70 negara dengan besaran pembiayaan 950 miliar euro. Proyek-proyek tersebut meliputi air minum, transportasi, pengurangan emisi, telekomunikasi, perlistrikan, pendidikan dasar, pinjaman mikro.

Di Indonesia sendiri, AFD memulai aktivitasnya sejak tahun 2007 dengan fokus untuk pinjaman program perubahan iklim (Climate Change Program), bantuan teknis dan keahlian dalam teknologi hijau (Green Technology), serta pendanaan publik dan swasta.

Proyek-proyek yang akan dibiayai oleh AFD ini sejalan dengan program 'Protokol Kyoto' yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri dunia, terkait dengan perubahan (perbaikan) iklim dunia.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads