"Kami masih menjaga bunga deposito dikisaran 5-6%. Kami ingin menjaga NIM," kata Direktur Utama Perseroan Gatot M. Suwondo saat ditemui di Gedung BNI, Jakarta, Jumat (14/2/2014).
Menurutnya, tahun 2013 industri perbankan memang mengalami pengetatan likuiditas rupiah di pasar keuangan, salah satu penyebabnya karena tidak meratanya distribusi likuiditas rupiah antar bank.
Hal ini membuat perbankan berlomba-lomba menggalang Dana Pihak Ketiga (DPK) dari masyarakat dengan menawarkan berbagai tingkat suku bunganya.
"Kondisi ini menyebabkan persaingan yang sengit antar perbankan dalam menggalangg DPK," ujar dia.
Untuk suku bunga kredit, bank berkode BBNI ini akan melakukan penyesuaian, namun masih harus melihat kondisi pasar.
"Sudah pasti ada kenaikan, tapi tidak massal, kami lihat cosf of fund dan margin, kami ingin NIM terjaga," tandasnya.
(drk/ang)











































