Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo mengatakan, bencana letusan Gunung Kelud berpotensi menimbulkan kredit macet.
"Kemungkinan pasti ada kredit macet seperti di Kediri dan Jawa Tengah (Yogyakarta) yang terkena imbas abu vulkanik dari Kelud," ujar Gatot saat ditemui di Gedung BNI, Jakarta, Jumat (14/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat ya, tapi kayak di Simalungun Sumut, kami sudah berikan keringanan. Bisa berupa perpanjangan pengembalian dan diskon," kata dia.
Hal yang sama diungkapkan Direktur Utama Bank Windu Louis Sudarmana. Menurutnya, muncul kekhawatiran akan terjadinya kredit macet di wilayah bencana karena kebanyakan mereka adalah pelaku Usaha Kelas Menengah (UKM).
"Kalau keadaan begini terus, kecenderungannya pasti ada kredit macet. Tapi sejauh ini sih oke-oke saja," terangnya.
Dia menyebutkan, pihaknya akan memberikan keringanan kepada pengusaha UKM dalam melunasi kreditnya dengan memberikan keringanan berupa perpanjangan jatuh tempo kredit yang tadinya 1 tahun menjadi 3 tahun.
"Mau tidak mau, bank harus memberikan keringanan kepada pelaku usaha yang menjadi korban bencana karena mereka perlu recovery," ujarnya.
Saat ini, kata dia, mayoritas pengusaha di Jawa Timur merupakan sektor UKM yang penyaluran pembiayaannya kebanyakan dari Bank Windu.
"Porsinya UKM dua kali lipatnya sampai 38% dari porsi nasional 19%," tandasnya.
(drk/ang)











































