Kenaikan laba ini didorong kenaikan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 4% menjadi Rp 10,12 triliun selama 2013 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9,709 triliun.
"Laba hanya naik tipis karena kredit slow down," kata Direktur Utama Perseroan Arwin Rasyid saat acara Press Conference Paparan Kinerja PT Bank CIMB Niaga Tbk di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (18/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kualitas aset CIMB Niaga terus meningkat secara bertahap, tercermin dengan rasio NPL gross yang tercatat sebesar 2,23% di 2013, lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 sebesar 2,29%.
Adanya penerapan aturan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) di perbankan konvensional dan Syariah, telah mempengaruhi pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Mobil (KPM).
Namun, CIMB Niaga masih mencatatkan pertumbuhan untuk bisnis KPR dan KPM, masing-masing sebesar 8% YoY dan 5% YoY menjadi Rp22,41 triliun dan Rp18,35 triliun.
Kinerja CIMB Niaga di 2013 cenderung datar sebagai akibat tekanan net interest margin/NIM yang berkelanjutan, sejalan dengan penerapan strategi pertumbuhan kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian sejak 2013.
(drk/dru)











































