"Sukuk ritel bisa jadi alternatif investasi. Setiap investasi pasti ada risiko gagal bayar, risiko pasar ada inflasi dan suku bunga tapi untuk sukuk ritel karena dikeluarkan oleh pemerintah jadi dijamin 100% oleh negara. Kalau deposito maksimal dijamin Rp 2 miliar. Saham tidak dijamin," kata Kasubdit Pengelolaan Transaksi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Wien Irwanto saat acara Edukasi Wartawan Pasar Modal di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/2/2014).
Dia menjelaskan, sukuk ritel dinilai lebih menguntungkan dibanding deposito bank BUMN yang rata-rata keuntungannya hanya 7,5%. "Return sukuk ritel di atas deposito bank BUMN ββrata-rata 7,5% yieldnya," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target di agen Rp 18,5 triliun sudah 80% terserap. Ada beberapa agen penjual menambah kuota," cetusnya.
(drk/dru)











































