Asosiasi Pengembang Rumah Tolak Akuisisi BTN oleh Mandiri atau BRI

Asosiasi Pengembang Rumah Tolak Akuisisi BTN oleh Mandiri atau BRI

- detikFinance
Jumat, 28 Feb 2014 11:41 WIB
Asosiasi Pengembang Rumah Tolak Akuisisi BTN oleh Mandiri atau BRI
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dikabarkan bakal diakusisi oleh PT Bank Mandiri Tbk atau PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Menanggapi hal ini Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan menolak rencana tersebut.

"BTN akan diakuisisi kami DPP Apersi menolak akuisisi tersebut," kata Ketua Umum Apersi, Anton Santos saat diskusi Perumahan Rakyat di Ayam Presto, Jakarta (28/2/2014).

Menurut Anton, saat ini bank yang fokus menyalurkan pembiayaan perumahan rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya bank BTN saja. Yang ditakutkan adalah jika akuisisi Bank BTN itu dilakukan akan merubah bisnis usaha BTN yang selama ini fokus ke MBR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena MBR ini perlu kita lindungi dan kita perlu bank yang fokus. Selama ini hanya bank BTN yang mampu menyiapkan infrastrukturnya yang baik khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah," imbuhnya.

Namun menurutnya, jika akusisi bank BTN tidak akan merubah komposisi bisnis yang selama ini masih berjalan maka hal ini tidak akan menjadi masalah.

"Kalau hanya pembelian saham dan tidak akan merubah bisnis usaha BTN itu sebaiknya jangan, tapi kalau tidak merubah tidak apa-apa," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Kementerian BUMN tengah melakukan kajian khusus mengenai akuisisi PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) terhadap PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Mandiri nantinya akan memegang penuh saham BTN dan menjadi entitas dari bank berlogo pita emas tersebut.

"Mandiri sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN soal BTN. Tetapi memang belum menemukan jalan terbaiknya saat ini pun masih bergulir," ungkap seorang sumber detikFinance di kalangan Kementerian BUMN.

Tetapi, masih menurut sumber tersebut, ternyata BRI pun berminat untuk mengakuisisi BTN. "BRI ikutan juga. Tertarik mereka. Tetapi kembali lagi menemui jalan buntu. Nanti akan dibicarakan lebih jauh mengenai hal ini," katanya.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads