Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengatakan, industri asuransi swasta dinilai selalu punya peluang dalam menjaring peserta meskipun kini hadir asuransi yang dinilai murah milik pemerintah.
"Setiap perusahaan asuransi punya pasarnya masing-masing, kita di swasta kalau pun kinerja BPJS bagus tetap kita akan bertumbuh," ujar dia saat acara Forum Diskusi Masa Depan Industri Asuransi di Era Kehadiran BPJS, di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk asuransi umum saja, nilai preminya di tahun 2012 mencapai Rp 3,2 triliun atau naik 25,7% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,6 triliun dari 84 perusahaan. Sementara angka klaim di tahun 2012 untuk asuransi umum mencapai Rp 2,2 triliun.
"Ini ada surplus Rp 1,013 triliun. Secara umum kita tumbuh dan dari segi profitabilitas menguntungkan," jelas dia.
Terkait BPJS, dia menyebutkan, pangsa pasar masing-masing industri asuransi berbeda-beda. Pihaknya bakal menyasar kepesertaan dari masyarakat pekerja penerima upah.
"Kelompok masyarakat yang menerima bantuan iuran pemerintah bukan jadi sasaran asuransi swasta. Fokus kita pekerja penerima upah, ada lahan di sini," tandasnya.
(drk/dru)











































