Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 24,4% menjadi Rp 26,4 triliun.
Marjin Bunga Bersih (NIM) juga naik sebesar 60 bps menjadi 6,2% di tahun 2013 dari 5,6% di tahun 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jahja menyebutkan, pada saat yang sama pendapatan operasional lainnya tumbuh 14,4% menjadi Rp 7,3 triliun didukung oleh kenaikan pendapatan provisi dan komisi sebesar 15,7%.
Pendapatan operasional (total pendapatan bunga bersih dan opersional lainnya) meningkat 22,1% menjadi Rp 33,7triliun di tahun 2013 dari Rp 27,6 triliun di tahun 2012. Rasio kecukupan modal (CAR) meningkat menjadi 15,7% di 2013 dari 14,2% di 2012.
BCA mencatat pertumbuhan kredit di semua segmen dengan total kredit mencapai Rp 312,3 triliun di 2013 atau naik 21,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
NPL tetap berada pada level yang cukup rendah yaitu 0,4% dengan rasio cadangan yang memadai sebesar 408,7% per Desember 2013.
(drk/dru)











































