Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi menyebutkan, tingginya pembiayaan macet perbankan karena penyesuaian kondisi karena melambatnya pertumbuhan ekonomi.
"NPF kita di angka 3%, lebih tinggi di atas industri yang 2%. Itu konsekuensi logis kalau pertumbuhannya melambat. Artinya NPF itu kan pinjaman yang non perform dibagi total pembiayaan yang disalurkan. Kalau total pertumbuhan pembiyaaan melambat otomatis secara persentase akan tinggi," terang dia saat acara Dialog Ekonomi Syariah 2014 'Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global' di Hotel Sofyan, Jakarta, Kamis (5/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita antisipasi bagaimana tetap tumbuh. Tahun ini pembiayaan tumbuh 25% karena market share masih kecil 4,8%," ujar dia.
(drk/dru)











































