Dua bersaudara ini adalah Tyler dan Cameron Winklevoss, yang pernah menuduh Mark Zuckerberg cs mencuri ide Facebook dan menuntut sampai ke pengadilan.
Mereka berdua membeli tiket jalan-jalan ke luar angkasa bersama Virgin Galatic masing-masing senilai US$ 250.000 (Rp 2,5 miliar). Harga tersebut setara 375 Bitcoin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Virgin Galactic akan mengubah cara manusia berwisata. Bitcoin akan mengubah cara manusia bertransaksi," kata Tyler dalam blog-nya seperti dikutip CNN, Kamis (6/3/2014).
Baru-baru ini mereka meluncurkan Winkdex, indeks yang memantau pergerakan harga Bitcoin. Indeks ini juga membantu kinerja investasi mereka yang menggunakan Bitcoin.
Pendiri Virgin Galactic, Richard Branson, juga penggemar Bitcoin. November lalu ia mengumumkan akan mengizinkan penumpangnya membayar dengan Bitcoin.
Sampai saat ini belum satu pun pesawat Virgin Galactic yang sudah memasuki ruang angkasa, tapi sudah banyak sekali yang memesan kursi. Branson berjanji penerbangan komersial pertama ke luar angkasa akan dimulai medio 2014.
Winklevoss bersaudar mendapatkan nomor astronot 700 dan 701 di penerbangan Virgin Galactic nanti.
Mata uang digital yang diluncurkan 2010 lalu ini punya tingkat volatilitas yang sangat tinggi. Mata uang ini dianggap berbahaya karena tidak punya payung hukum dan sering digunakan untuk transaksi ilegal, mulai dari jual beli senjata, obat-obatan terlarang, pencucian uang, sampai menonton wanita telanjang via web.
Pekan lalu komunitas Bitcoin mengalami guncangan gara-gara pasar Bitcoin terbesar dunia, Mt.Gox, tiba-tiba tutup dan menghilang. Sebanyak US$ 500 juta (Rp 5 triliun) dana pengguna Bitcoin lenyap hanya dalam semalam.
Namun meski dengan segala permasalahan yang terjadi, Bitcoin tetap menjadi pilihan banyak orang untuk bertransaksi di dunia maya.
(ang/dru)











































