Maaf, BI Rate Susah Turun Jadi Bunga Kredit Tetap Tinggi

Maaf, BI Rate Susah Turun Jadi Bunga Kredit Tetap Tinggi

- detikFinance
Jumat, 07 Mar 2014 14:34 WIB
Maaf, BI Rate Susah Turun Jadi Bunga Kredit Tetap Tinggi
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo tiba-tiba menyuarakan susahnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) untuk turun. Mantan Menkeu ini meminta dunia usaha untuk bersiap menghadapi kenaikan suku bunga.

"Kelihatannya BI Rate akan susah untuk turun. Dunia usaha harus siap BI Rate meningkat," kata Agus Marto saat ditemui wartawan usai melaksanakan Shalat Jumat di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (7/4/2014).

Apa yang dikatakan Agus bukan tanpa alasan. Ia beranggapan membaiknya ekonomi di Eropa dan AS mulai berjalan sehingga negara lain harus bersiap adanya pelarian modal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karena perbaikan di Eropa dan Amerika Serikat," tuturnya.

Anggota DPR Komisi XI Arif Budimanta menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya ketika BI Rate dipatok tinggi sudah pasti dunia usaha akan berhadapan dengan tingginya bunga kredit.

"Ini yang harusnya jadi PR BI. BI harus bisa menahan laju peningkatan bunga kredit yang sudah pasti memberatkan pengusaha," kata Direktur Megawati Institute ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyebut tantangan pengusaha di Indonesia makin berat. Secara bersamaan, bunga kredit, upah minimum provinsi (UMP), dan juga tarif dasar listrik (TDL) untuk industri bakal naik.

"Sekarang tantangan itu naik. Tahun depan itu cost (biaya) kita pasti naik. Karena bunga, upah, dan listrik naik," ungkap Sofjan pekan lalu.

Padahal menurut Sofjan, kenaikan semua sektor tersebut tidak sebanding dengan peningkatan sarana infrastruktur di dalam negeri. Sehingga menambah biaya untuk pengusaha lagi dalam pengangkutan logistik.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads