2005, BI Defisit Rp 9,366 Triliun
Rabu, 08 Des 2004 10:15 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia memperkirakan pihaknya akan mengalami defisit Rp 9,366 triliun pada 2005. Namun karena ratio modal terhadap kewajiban moneter masih mencapai 3,97 persen maka pemerintah pada tahun itu tidak perlu menambah modal ke BI. Angka defisit itupun dinilai masih lebih rendah dibandingkan tahun 2004 yang mencapai Rp 14,4 triliun. Hal ini disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/12/2004).Menurut Burhanuddin, dalam anggaran tahunan BI 2005, BI memperkirakan penerimaan sebesar Rp 14,311 triliun yang terdiri dari penerimaan operasional Rp 12,299 triliun dan penerimaan kebijakan Rp 2,012 triliun. Sementara pengeluaran mencapai Rp 23,677 triliun yang terdiri dari pengeluaran operasional Rp 5,636 triliun dan pengeluaran kebijakan Rp 18.041 triliun. Asumsi yang digunakan dalam rencana anggaran tahunan BI adalah pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 5,5 persen, SBI tiga bulan 6,5 persen dan nilai tukar rupiah Rp 8.500 serta based money Rp 210 triliun.
(nit/)










































