Dengan rampungnya proses transaksi ini, BTPN memiliki dua pemegang saham pengendali yakni TPG Nusantara S.a.r.l dan SMBC. Keberadaan dua pemegang saham pengendali diyakini akan memberikan dampak positif atas kinerja BTPN.
"Manajemen BTPN menyambut gembira selesainya transaksi pembelian saham ini. Hal ini merupakan salah satu fase terpenting perjalanan BTPN memajukan industri keuangan tanah air. Bergabungnya SMBC menjadi pemegang saham pengendali akan memperkuat bisnis BTPN utamanya dalam misi memberdayakan jutaan mass market di Indonesia," jelas Direktur Utama BTPN Jerry Ng dalam siaran persnya, Jumat (14/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerry menambahkan, ke depan sesuai dengan komitmen SMBC, BTPN akan secara konsisten meneruskan dan mengembangkan fokus bisnis dan layanan perbankan kepada segmen mass market. Namun demikian, dengan dukungan dan sinergi SMBC, BTPN juga mengharapkan membuka peluang mengeksplorasi bisnis-bisnis lain yang selama ini belum dilakukan, tanpa meninggalkan bisnis inti di segmen mass market.
"Kehadiran SMBC sebagai pemegang saham pengendali diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis, karena SMBC memiliki expertise dan experience yang akan mendorong BTPN untuk semakin maju dan berkembang menjadi lebih besar lagi," ujar Jerry.
Berdasarkan data yang diperoleh detikFinance, nilai dan volume perdagangan bursa melonjak tajam karena adanya penjualan saham BTPN senilai Rp 6 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini dilakukan oleh PT Trimegah Securities (LG) sebagai penjual dan Maybank Kim Eng Securities (ZP) sebagai penjual.
(dru/ang)











































