"Saya tidak katakan kurs menguat itu mulai baik. Harus ada perubahan paradigma dan pengertian dari para teman-teman di luar ekonom, media dan politik, bukan berarti kurs menguat pasti baik, kurs melemah pasti jelek. Yang tidak baik kurs tidak stabil," kata Dewan Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.
Hal itu dikatakan Mirza saat memberikan kuliah umum di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Sabtu (15/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya produk-produk Korea masuk menyerbu negara-negara importir seperti Indonesia. Jadi saya mau katakan bahwa ubahlah persepsi kurs menguat pasti baik, kurs melemah pasti jelek," jelasnya.
Ada kalanya, imbuhnya, kurs diperlukan kuat, ada kalanya diperlukan melemah. Kurs sekarang Rp 113500-11.600 dinilai BI sudah cocok.
"Tapi nanti kalo udah surplus neraca perdagangan, silakan kursnya menguat. Defisit lagi, silakan kursnya melemah. Sekarang sudah stabil, tapi bukan berarti stabil terus," jelas dia.
Para pengambil kebijakan di BI, lanjut dia, mandatnya selalu waspada terhadap ancaman-ancaman instabilitas di pasar keuangan.
"Mudah-mudahan tahun 2014 lebih baik bagi Indonesia," tandas dia.
(nwk/ang)











































