Bank Mandiri Fasilitasi L/C ke Semen Gresik Rp 1,4 Triliun

Bank Mandiri Fasilitasi L/C ke Semen Gresik Rp 1,4 Triliun

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2014 15:54 WIB
Bank Mandiri Fasilitasi L/C ke Semen Gresik Rp 1,4 Triliun
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Semen Gresik menandatangani kerjasama pemberian fasilita letter of credit (L/C). Fasilitas L/C yang diberikan Bank Mandiri senilai Rp 1,4 triliun.

L/C ini digunakan Semen Gresik untuk mendukung pembangunan dan pembelian fasilitas mesin pabrik semen baru di Rembang, Jawa Tengah.

Untuk fasilitas L/C ini, Semen Gresik dijamin oleh induk yak PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Hadir pada penandatanganan ini, Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman, Direktur Utama Semen Gresik Gatoto Kustyadji dan Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Rachman yang mewakili Bank Mandiri menjelaskan pembiayaan model L/C merupakan yang paling efisien karena kredit yang diberikan akan cair saat barang yang dipesan dari luar negeri tiba dan terpasang di pabrik Semen Gresik di Rembang.

Pihak penjual mesin di luar negeri pun merasa aman dengan adanya fasilitas L/C karena barang pasti terbayar saat tiba di Indonesia.

"Sekali lagi kita beri fasilitas Semen Indonesia group. Ini untuk pabrik di Rembang. Fasilitas L/C untuk datangkan barang dari luar negeri. Ini buka L/C tanpa bayar cash jadi jauh lebih murah. Ini jangka waktu 3 tahun," kata Abdul Rachman saat penandatangan pemberian fasilitas L/C di Kantor Pusat Semen Indonesia, Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Sementara itu, Dwi Soetjipto mengatakan kerjasama di bidang finansial dengan Bank Mandiri dapat mendukung rencana ekspansi Semen Indonesia melalui peningkatan produksi di anak usaha. Ekspansi ini, dilakukan untuk memenuhi permintaan semen nasional yang terus tumbuh setiap tahunnya. Diproyeksi pertumbuhan kebutuhan semen tahun ini akan meningkat sebesar 6% atau mencapai 63 juta ton.

"Perseroan akan selalu melakukan penambahan kapasitas produksi secara terukur. Hal ini merupakan salah satu strategi Perseroan untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri semen nasional," jelas Dwi Soetjipto.

Proyek pembangungan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang nantinya mampu memproduksi semen hingga 3 juta ton per tahun. Pabrik ditargetkan mulai beroperasi paling cepat tahun 2016.

(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads