Menurut Pemimpin Cabang BNI London Nungky Indraty KBRI yang menjadi nasabahnya berasal dari negara-negara di Eropa, Afrika, Timur tengah sampai Amerika.
"Ini kas besi, uang yang diberikan pemerintah kepada KBRI. Jumlahnya harus tetap, tapi bisa ditarik kalau urgent," ujarnya ketika ditemui di kantornya, 30 King Street, London, Inggris, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, BNI Cabang London meraup pendapatan bunga US$ 4,94 juta, naik dari sebelumnya US$ 3 juta. Pemasukan ini didapat melalui aktivitas loan dan trade finance dengan fokus di bisnis-bisnis sekitar Eropa.
BNI London mulai beroperasi di 1985 sebagai kantor perwakilan, dan setahun kemudian tepatnya pada 29 Desember 1986, BNI London secara resmi beroperasi sebagai kantor cabang.
BNI London merupakan merupakan satu-satunya bank dari Indonesia yang punya lisensi sebagai kantor cabang di bawah otorisasi dan regulasi Jasa Keuangan Inggris.
Sampai akhir 2013 lalu, BNI London memiliki aset di kisaran US$ 791 juta atau sekitar Rp 9 triliun dan memberi kontribusi cukup tinggi terhadap kinerja BNI.
BNI Kembali Boyong Nasabah ke Stamford Bridge
BNI memberikan apresiasi kepada para pengguna kartu co branding BNI dan klub sepak bola kenamaan asal Inggris, Chelsea Football Club (CFC). Para nasabah yang terpilih melalui pengundian yang sah berhak berkesempatan menyaksikan Pertandingan Besar antara pemilik klasemen I dan II Liga Primer Inggris, Chelsea melawan Arsenal FC di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu, 22 Maret 2014.
Program apresiasi loyalitas nasabah BNI itu dinamakan program BNI Goes to Stamford Brigde. Program tersebut berlangsung sejak 1 Oktober 2013 - 31 Januari 2014. Program serupa akan dan akan terus kembali diselenggarakan sampai pada tahun 2016.
(ang/dru)











































