"Year to date tumbuh 3,73%. Jumlah kartu mencapai 201.964 ribu," kata Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano saat ditemui di kantornya, di Gedung BNI Syariah, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Namun, kartu syariah ini tidak bisa digunakan sembarangan. Mesin akan menolak secara otomatis bila kartu ini digunakan untuk membeli produk-produk atau digunakan di tempat-tempat tertentu yang tidak sesuai prinsip syariah, seperti bar atau diskotek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinno mengungkapkan, dengan pertumbuhan ekonomi syariah diharapkan penggunaan kartu 'kredit' syariah juga meningkat.
"Insya Allah kita bisa membuat semua orang yang hijrah dari credit card ke hasanah card. Sekarang sedang kita giatkan agar makin bersih. Pastinya lebih murah dari kartu konvensional," ujar dia.
Dinno menambahkan, pihaknya juga punya pasar tersendiri untuk mengembangkan produk syariahnya tersebut. Hal ini agar penggunaannya tepat sasaran.
"Untuk bisa banyak yang pakai hasanah card kita pakai cara-cara lain yaitu dengan pendekatan ke komunitas kita, nggak ditawarkan di mal, contohnya misalkan ke anak-anak yang mau home stay, hijabers, dan lain-lain," tandasnya.
(drk/dnl)











































