"Dengan perkembangan positif tersebut, cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2014 tercatat US$ 102,6 miliar, yang setara 5,9 bulan impor barang atau 5,7 bulan impor barang dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ungkap Direktur Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Ke depan, sambung Tirta, BI memperkirakan perbaikan sektor eksternal berlanjut, ditopang defisit transaksi berjalan 2014 yang dapat ditekan di bawah 3,0% dari PDB dan surplus aliran masuk modal asing yang tetap besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pada bagian lain, BI juga mencatat, pada Maret 2014, rupiah ditutup di level Rp 11.360 per dolar AS, menguat 2,19% dibandingkan dengan level akhir Februari 2014.
Secara rata-rata, rupiah pada Maret 2014 tercatat Rp 11.420 per dolar AS, menguat 4,38% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Februari 2014 sebesar Rp 11.919 per dolar AS.
"Dengan perkembangan ini, rupiah sampai Maret 2014 menguat 7,13% dibandingkan dengan level akhir tahun 2013, atau secara rata-rata menguat 2,85% dibandingkan dengan rata-rata rupiah tahun 2013," demikian Tirta.
Lebih jauh Tirta mengatakan, ke depan BI tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar uang.
Berbagai kemajuan dalam pendalaman pasar uang baik rupiah maupun valas seperti mini MRA dan transaksi lindung nilai akan ditingkatkan dan menjadi fokus kebijakan ke depan.
(dru/dnl)











































