"Menjelang Pemilu uang beredar khususnya uang kartal hanya meningkat sedikit 0,1%. Februari 2014 uang beredar Rp 442 triliun, Maret Rp 448 triliun. Pemilu punya kontribusi meningkatkan uang beredar," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Tirta menyebutkan, banyaknya jumlah uang kartal tersebut didominasi uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. "Banyaknya pecahan Rp 100 ribu sama Rp 50 ribu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pas pemilu sebelum-sebelumya meningkatnya lebih tinggi 0,3-0,4%. Dampak pemilu sekarang kontribusinya tidak semeriah yang dulu," ujarnya.
Tak hanya itu, banyaknya uang yang beredar menjelang pemilu tidak sebanyak peredaran uang di hari raya lebaran. "Kalau lebaran uang beredar bisa sampai Rp 500 triliun," katanya.
Sementara peredaran uang kuasi seperti simpanan berjangka, tabungan, dan giro valas cenderung stabil bahkan menurun.
"Uang kuasi relatif stabil, deposit yang disimpan sedikit menurun, jumlahnya sekitar Rp 2.000 triliun. Ini juga sering menurunnya pertumbuhan ekonomi, demand menurun," tandasnya.
(drk/dru)











































