Menkeu: Reksa Dana Tak Masuk Program Penjaminan

Menkeu: Reksa Dana Tak Masuk Program Penjaminan

- detikFinance
Selasa, 14 Des 2004 12:39 WIB
Jakarta - Bapepam menengarai produk reksa dana yang dipasarkan Bank Global ada yang palsu. Sementara Menteri Keuangan Jusuf Anwar menegaskan, produk reksa dana tidak masuk dalam program penjaminan pemerintah. "Untuk reksadana sedang diteliti karena banyak yang aspal, asli tapi palsu. Masak reksadana dijamin, tidak, enak aja," tegas Menkeu usai membuka rakernas Ditjen Piutang dan Lelang Negara di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (14/12/2004)Seperti diketahui, kisruh di Bank Global yang berakhir pada pembekuan usaha berawal dari produk reksa dana yang dikemas seperti produk deposito yang ditawarkannya kepada para nasabahnya. Sebelumnya Bank Global pernah memasarkan produk reksa dana dari Batavia Asset Management, namun kerja sama itu terhenti. Dan selanjutnya produk reksa dana itu diganti oleh produk PT Prudence Asset Management dengan nama reksa dana Prudence Dana Mantap pendapatan tetap dengan Bank Kustodian Deutsche Bank AG.Dari data yang diperoleh, per 2 Desember 2004, nama efek yang dikelola adalah obligasi I Ultrajaya tahun 1999, seri A; obligasi amortisasi WIKA III tahun 2003, seri A; obligasi Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk tahun 2000; obligasi Dankos Laboratories I tahun 2000 seri A; obligasi Indosat I tahun 2001 seri A; obligasi I Telkom tahun 2002; obligasi Pupuk Kaltim I tahun 2002 seri A1; obligasi Jasa Marga IX tahun 2002 seri N1; obligasi Amortisasi Indo Jasa Pratama tahun 2003; obligasi subordinasi seri B Bukopin tahun 2003.Anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo sebelumnya mengungkakan, karena kesulitan likuiditas yang dialami Bank Global, maka bank itu berniat mengalihkan reksa dana tersebut ke dalam Medium Term Notes (MTN). Namun niat itu dibatalkan dan rencananya justru akan dialihkan ke deposito. Dradjad menilai pengalihan ke deposito akan merugikan negara karena menyangkut penjaminan yang harus ditanggung pemerintah.Sementara Kepala Biro Pemeriksaan dan penyelidikan Bapepam Abraham Bastari menegaskan, dalam prime customer Bank Global terdapat deposito yang dialihkan ke reksa dana yang diduga reksa dananya palsu dan pada saat jatuh tempo tidak bisa dicairkan. Abraham menegaskan, Bapepam menduga reksa dana itu palsu karena dana yang keluar dari deposito semestinya harus masuk ke Bank Kustodian, namun pada kenyataannya tidak.Dijelaskan, sejauh pantauan Bapepam, Bank Global menawarkan reksa dana dimana reksa dana itu eksis di pasar dengan nama Prudence Dana Mantap. Reksa dana itu ditawarkan ke nasabah yang sudah memiliki dana yang tersimpan dalam deposito di Bank Global. Ketika ditanya apakah bank bisa langsung menjual reksadana, Abraham menjelaskan bahwa dalam reksadana ada wakil agen penjual, sehingga kemungkinan ada orang-orang Bank Global yang punya lisensi dari Bapepam sebagai wakil agen penjual. "Tapi saya belum dapat infonya," tukas Abraham. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads