Sigit: Kasus Bank Global Tamparan Bagi Dunia Perbankan
Selasa, 14 Des 2004 14:00 WIB
Jakarta - Ketua Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) Sigit Pramono mengaku, kasus pembekuan usaha Bank Global merupakan tamparan bagi dunia perbankan. Dia menilai saat ini sudah waktunya bagi para bankir memperbaiki etikanya guna menghindari penutupan bank akibat bankir yang tidak bertanggung jawab. "Memang dari sisi perbankan dan kami kalangan bankir harus introspeksi. Masih banyak hal-hal yang menyangkut etika profesi, good governance yang dapat kita katakan belum baik. Makanya harus diperbaiki," kata Sigit yang juga Dirut BNI usai mengikuti rakernas Ditjen Piutang dan lelang Negara di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (14/12/2004)Ketika disinggung apakah kasus Bank Global akan memberi dampak rush di bank lain, Sigit memprediksikan hal itu tidak akan terjadi karena penjaminan pemerintah sejauh ini berlaku. "Sejauh penjaminan pemerintah itu ada, maka tidak akan terjadi rush seperti pada masa-masa sebelumnya. Ini betul-betul penutup tahun yang kurang baik. Saya yakin tidak mempengaruhi ke bank lain. Apalagi Bank Global tidak besar," ujarnya.Ditambahkan Sigit, secara umum bank-bank di Indonesia sudah memperbaiki dirinya seperti penerapan good corporate governance, risk manajemen dll.Ketika ditanya apakah BNI siap untuk kembali ditunjuk sebagai bank pembayar nasabah jika Bank Global dilikuidasi, Sigit mengaku siap sepanjang ditunjuk oleh pemerintah. "Sepanjang ditunjuk, kita tidak keberatan sama sekali karena kita juga diuntungkan biar nasabahnya pindah ke kami," katanya.
(qom/)











































