Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan untuk beras kenaikan harga (inflasi) mencapai 11%, kedelai 7% dan bumbu masakan mencapai 21% selama 5 tahun belakangan ini.
"Beras, kedelai dan beberapa jenis bumbu rentan tehadap gejolak. Dalam 5 tahun terakhir masing-masing inflasinya sebesar 11% untuk beras, 7% kedelai, dan bumbu masakan 21%," katanya dalam agenda penandatanganan kerjasama Pojaknas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/4/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam 5 tahun terakhir inflasi tertinggi masih terjadi di kawasan Timur Indonesia. Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan yang mencapai 9%," sebutnya.
Secara keseluruhan Agus menilai sudah ada tren penurunan inflasi yang stabil pada single digit. Pada 2013, memang ada lonjakan inflasi menjadi 8,38% akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Dalam 5 tahun terakhir berada dalam tren menurun. Bahkan realisasi masih single digit. Meskipun pada tahun lalu ada kenaikan BBM yang cukup tinggi. Tapi itu masih single digit yaitu 8,38%. Ini tidak lepas dari koordinasi dalam mengendalikan inflasi," jelasnya.
Ia menegaskan ke depan harus tetap ada penguatan kerjasama antara pusat dan daerah secara intensif terkait pengendalian inflasi. Agar dapat sesuai dengan target asumsi makro pada APBN 2014, berikut juga untuk tahun-tahun selanjutnya.
"Maka penguatan kerjasama ini bertujuan untuk pengendalian agar mampu meredam harga dan pada target yang ditetapkan," paparnya.
(mkl/hen)











































