Harga Beras, Kedelai, dan Bumbu Masakan Naik Paling Tajam Dalam 5 Tahun

Harga Beras, Kedelai, dan Bumbu Masakan Naik Paling Tajam Dalam 5 Tahun

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2014 10:58 WIB
Harga Beras, Kedelai, dan Bumbu Masakan Naik Paling Tajam Dalam 5 Tahun
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi yang terjadi masih didominasi oleh lonjakan harga pangan. Harga produk pangan seperti beras, kedelai dan berbagai jenis bumbu masakan naik paling tajam selama 5 tahun terakhir.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan untuk beras kenaikan harga (inflasi) mencapai 11%, kedelai 7% dan bumbu masakan mencapai 21% selama 5 tahun belakangan ini.

"Beras, kedelai dan beberapa jenis bumbu rentan tehadap gejolak. Dalam 5 tahun terakhir masing-masing inflasinya sebesar 11% untuk beras, 7% kedelai, dan bumbu masakan 21%," katanya dalam agenda penandatanganan kerjasama Pojaknas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Gedung BI, Jakarta, Senin (21/4/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, untuk wilayah dengan inflasi tertinggi dalam 5 tahun terakhir adalah Bali, Nusa Tenggara Barat/Timur dan Kalimantan. Tercatat rata-rata mencapai di atas 9%.

"Dalam 5 tahun terakhir inflasi tertinggi masih terjadi di kawasan Timur Indonesia. Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan yang mencapai 9%," sebutnya.

Secara keseluruhan Agus menilai sudah ada tren penurunan inflasi yang stabil pada single digit. Pada 2013, memang ada lonjakan inflasi menjadi 8,38% akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Dalam 5 tahun terakhir berada dalam tren menurun. Bahkan realisasi masih single digit. Meskipun pada tahun lalu ada kenaikan BBM yang cukup tinggi. Tapi itu masih single digit yaitu 8,38%. Ini tidak lepas dari koordinasi dalam mengendalikan inflasi," jelasnya.

Ia menegaskan ke depan harus tetap ada penguatan kerjasama antara pusat dan daerah secara intensif terkait pengendalian inflasi. Agar dapat sesuai dengan target asumsi makro pada APBN 2014, berikut juga untuk tahun-tahun selanjutnya.

"Maka penguatan kerjasama ini bertujuan untuk pengendalian agar mampu meredam harga dan pada target yang ditetapkan," paparnya.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads