Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (21/4/2014), saham BBTN ditutup di Rp 1.330 per lembar, turun 35 poin (-2,56%) dari penutupan perdagangan kemarin.
Sahamnya sempat naik di awal perdagangan sampai ke level Rp 1.380 per lembar, namun sempat juga jatuh ke titik terendahnya di Rp 1.305 per lembar (4,3%)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga terjadi terhadap saham Bank Mandiri. Sampai siang ini saham berkode BMRI itu turun tipis 25 poin (-0,25%) ke level Rp 9.825 per lembar. Saham-saham perbankan memang terkena aksi jual siang hari ini.
Kemarin ratusan karyawan BTN dari seluruh Indonesia berdemo di kantor pusat BTN di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Karyawan BTN melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pemegang saham terkait akuisisi BTN oleh Bank Mandiri.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku tidak terlalu ambil pusing terhadap aksi penolakan karyawan bank pelat merah tersebut. Bahkan ia menantang karyawan untuk langsung melakukan aksi unjuk rasa kepada dirinya sebagai Menteri BUMN.
Pasca akuisisi, BTN akan menjadi anak usaha Bank Mandiri. Saat ini total saham pemerintah di BTN mencapai 60,14% dan sisanya dimiliki oleh publik. Saham pemerintah itu yang akan dialihkan ke Bank Mandiri.
(ang/hen)











































