Dirut BES: Transparansi Pasar di Bank Global Buruk

Dirut BES: Transparansi Pasar di Bank Global Buruk

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2004 12:27 WIB
Jakarta - Dirut Bursa Efek Surabaya Hindarmoyo Hinori menilai transperancy market atau transparansi pasar di Bank Global sangat buruk. Seharusnya, transparansi pasar lebih terorganisasi dan terlaporkan untuk mencegah terulangnya kasus Bank Global."Kalau tidak ada reporting maka kejadian di Bank Global akan terjadi lagi. Semua surat hutang harus teregistrasi atau terdaftar," kata Hindarmoyo saat acara Seminar Stabilitas Keuangan di Gedung Bank Indonesia (BI) Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (15/12/2004).Pemerintah dan Bank Indonesia, lanjut Hindarmoyo, selama ini tidak mengetahui karena tidak ada laporan yang diberikan ke Bank Global soal penerbitan medium term note. "Orang mengeluarkan medium term note 3 tahun sebesar Rp 200 - Rp 300 juta itu mestinya harus register," ungkapnya.Dia juga tidak mempersoalkan bank melakukan penjualan reksadana. Namun dalam penjualan reksadana seharusnya bekerja sama dengan pihak penerbit reksadana. "Kalau ada kerjasama dengan bank itu, tidak ada masalah. Selama para pihak mengetahui hak dan kewajibannya. Bank hanya bertindak sebagai agen penjual. Tinggal masalah tradingnya dari penjual dilaksanakan oleh Bapepam," katanya.Seharusnya dalam perdagangan reksa dana, katanya, pihak pengelola atau manajer investasi mempunyai totaly insurance atau jaminan menyeluruh dari perusahaan sekuritas lainnya dengan kriteria tersendiri. Hindarmoyo juga menyatakan, selama ini penjualan reksa dana tidak ada yang mengontrol sehingga kerap terjadi masalah. "Siapa yang mengontrol? Tidak ada yang mengontrol. Itu bisa menimbulkan krisis kedua. Implikasi dari kasus Bank Global itu, assesment tidak dijamin," katanya. "Memang orang sub debt, pimpinan bank berani laksanakan itu. Itu kemarin saya panggil. Kita tegur kenapa begitu," tegasnya.Ditanya soal perlindungan? Hindarmoyo menyatakan tidak ada perlindungan. "Tidak ada perlindungan. Sub debt 14 tahun tidak ada perlindungannya," demikian Hindarmoyo. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads