Dahlan: Akuisisi Jalan Terus, BTN Harus Dibuat Besar

Dahlan: Akuisisi Jalan Terus, BTN Harus Dibuat Besar

- detikFinance
Selasa, 22 Apr 2014 12:42 WIB
Dahlan: Akuisisi Jalan Terus, BTN Harus Dibuat Besar
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ingin PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tumbuh besar. Maka dari itu, Dahlan terus mendorong BTN diakuisisi oleh PT Bank Mandiri Tbk.

Dahlan tidak gentar meski mendapat penolakan dari banyak pihak, salah satunya adalah pegawai BTN yang sudah merapatkan barisan menolak rencana pembelian saham antar dua bank itu.

"Pegawai kok menolak. Jalan terus (akuisisi). Pokoknya ya, BTN harus dibuat besar. Karena BTN selama ini terlalu kecil untuk bisa mengemban misinya," kata Dahlan ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2014).

Dahlan menambahkan, dalam aksi korporasi ini sebenarnya BTN yang merasa butuh untuk dicaplok oleh bank besar. Karena BTN bisa tumbuh besar jika dibeli oleh saudaranya yang lebih besar.

Dahlan sendiri tidak akan banyak berperan dalam akuisisi ini. Menurutnya, semua proses akuisisi akan dilakukan oleh direksi masing-masing perseroan.

"Direksinya harus mengurus, bukan saya yang urus. Direksinya yang urus," ujarnya.

Sebelumnya Dahlan juga pernah mengaku punya empat alasan kuat kenapa BTN harus dicaplok BTN. Berikut ini alasan Dahlan:

Pertama, menurut Dahlan gagasan akuisisi sangat bagus untuk kemajuan Indonesia.

Kedua, menurutnya BTN harus dibesarkan. Tujuannya agar BTN bisa memiliki kemampuan membangun perumahan rakyat yang memadai. Selama ini BTN tidak cukup punya kemampuan memadai.

Ketiga, Dahlan beralasan Indonesia sudah waktunya memiliki bank yang lebih besar dari bank Malaysia di ASEAN. Menurut Dahlan Indonesia merupakan negara besar, tapi banyak kalah di berbagai sektor oleh malaysia.

Keempat, Dahlan beralasan perusahaan-perusahaan di Indonesia makin besar. Ia beralasan perusahaan besar memerlukan bank yang besar.

Pasca akuisisi bank berkode BBTN itu akan menjadi anak usaha Bank Mandiri. Saat ini total saham pemerintah di BTN mencapai 60,14% dan sisanya dimiliki oleh publik. Saham pemerintah itu yang akan dialihkan ke Bank Mandiri.

Sebelumnya, ratusan karyawan BTN dari seluruh Indonesia berdemo di kantor pusat BTN di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Karyawan BTN melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pemegang saham terkait akuisisi BTN oleh bank berkode BMRI itu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja BTN Satya Wijayantara menjelaskan rencana pemegang saham mayoritas yang diwakili Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait akuisisi BTN telah menabrak tiga regulasi sekaligus yakni Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang BUMN dan ketentuan pasar modal.

"Pak Dahlan keliru, mungkin kurang paham soal akuisisi. Tidak ada anak perusahaan di dalam perbankan, yang ada merger. Kalau merger harus ikuti visi misi Mandiri sementara Mandiri komersial bukan ritel jadi tidak akan bisa menyatu," kata Satya.


(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads