Diminta Akuisisi BTN, Ini Penjelasan Bos Bank Mandiri

Diminta Akuisisi BTN, Ini Penjelasan Bos Bank Mandiri

- detikFinance
Selasa, 22 Apr 2014 14:02 WIB
Diminta Akuisisi BTN, Ini Penjelasan Bos Bank Mandiri
Jakarta - Pemegang saham mayoritas yang diwakili Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengumumkan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank Mandiri berencana mengakuisisi 60,14% saham pemerintah di BTN.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pihaknya akan mengikuti perintah penugasan pemegang saham mayoritas untuk mengakuisisi BTN. Akuisisi ini, menurut Budi, merupakan program yang sudah lama dicanangkan.

"Kita percaya BUMN punya konsep yang mendalam. Sepengetahuan saya, Menteri BUMN yang pertama sudah merencanakan konsolidasi BUMN. Jadi konsolidasi bukan rencana baru, ini eksekusi rencana lama. Kita sebagai anak mereka, akan jalankan dengan sebaiknya," kata Budi saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Untuk mempersiapkan rencana akuisisi, Bank Mandiri sedang menyusun agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). "Progress siapkan RUPSLB 21 Mei. Untuk siapkan RUPSLB, kita akan finalisasi struktur finansial,"katanya.

Budi juga menjelaskan akan ada koordinasi dan komunikasi dengan jajaran direksi hingga karyawan BTN. Hal ini dilakukan supaya proses akuisisi berjalan lancar.

"Kita pastikan 2 organisasi yaitu BTN dan Mandiri bisa mengerti. Jajaran direksi dan karyawan akan dikomunikasikan supaya bisa berjalan lancar," tuturnya.

Terkait kekhawatiran karyawan soal status kepegawaian, Budi menjelaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). "Nggak ada PHK di pikiran kita. Hal-hal itu perlu dicegah. Program kurangi karyawan nggak ada," tegasnya.

Saat diakuisisi, BTN akan menjadi anak usaha Bank Mandiri. BTN akan berstatus layaknya anak usaha Bank Mandiri lainnya, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM).

"BTN akan ada sebagai anak usaha Mandiri, seperti BSM. Itu konsolidasi keuangan. Di buku Mandiri akan terkonsolidasi," ucap Budi.

Untuk pembiayaan, Bank Mandiri mengaku telah menyiapkan skema. Namun Budi enggan menyebutkan detil pendanaan akusisi ini.

"Itu bisa dihitung 60% kali market cap, pendanaannya ada. Itu masih dikaji, opsi sedang dikaji," sebutnya.

(feb/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads