Mandiri Akuisisi BTN, Wacana Lama yang Siap Terealisasi

Mandiri Akuisisi BTN, Wacana Lama yang Siap Terealisasi

- detikFinance
Rabu, 23 Apr 2014 07:45 WIB
Mandiri Akuisisi BTN, Wacana Lama yang Siap Terealisasi
Jakarta - Dunia perbankan saat ini sedang diramaikan kabar akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Dimulai dari rumor rencana akuisisi, hingga akhirnya menuai titik terang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akhirnya mengumumkan kepastian akuisisi BTN. Akuisisi BTN bakal dilakukan Bank Mandiri. Ternyata jauh sebelum rumor mencuat, rencana akuisisi BTN sudah pernah diutarakan.

Mau tahu alur akuisisi BTN? Berikut hasil rangkuman detikFinance, Rabu (23/4/2014).

Rencana Lama

Rencana akuisi BTN ternyata merupakan isu lama yang kembali bergulir. Pada tahun 2005, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana mengakuisisi saham pemerintah di BTN. Saat itu Menteri BUMN dijabat oleh Sugiharto. Sugiharto menyebut proses akuisisi akan tuntas akhir 2005. Namun hingga berjalannya waktu, rencana akuisisi menguap.

Rencana Lama

Rencana akuisi BTN ternyata merupakan isu lama yang kembali bergulir. Pada tahun 2005, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana mengakuisisi saham pemerintah di BTN. Saat itu Menteri BUMN dijabat oleh Sugiharto. Sugiharto menyebut proses akuisisi akan tuntas akhir 2005. Namun hingga berjalannya waktu, rencana akuisisi menguap.

Rumor Akuisisi BTN Mencuat awal 2014

Setelah tenggelam beberapa tahun, rumor akuisisi BTN kembali muncul ke permukaan pada awal 2014. Kali ini diisukan BTN bakal diakuisisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Mandiri. Namun rumor ini sempat dibantah oleh kedua perbankan termasuk juga pemegang saham mayoritas yakni Kementerian BUMN.

Namun rumor kemakin santer pada pertengahan April 2014. Seorang pejabat Kementerian BUMN membenarkan akuisisi BTN. Mandiri sebagai kandidat kuatnya. Bahkan setelah akuisisi BTN selanjutnya dilanjutkan proses akuisisi BNI oleh Bank Mandiri.

Rumor Akuisisi BTN Mencuat awal 2014

Setelah tenggelam beberapa tahun, rumor akuisisi BTN kembali muncul ke permukaan pada awal 2014. Kali ini diisukan BTN bakal diakuisisi oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Mandiri. Namun rumor ini sempat dibantah oleh kedua perbankan termasuk juga pemegang saham mayoritas yakni Kementerian BUMN.

Namun rumor kemakin santer pada pertengahan April 2014. Seorang pejabat Kementerian BUMN membenarkan akuisisi BTN. Mandiri sebagai kandidat kuatnya. Bahkan setelah akuisisi BTN selanjutnya dilanjutkan proses akuisisi BNI oleh Bank Mandiri.

Dahlan Iskan Umumkan Rencana Akuisi

Kepastian akusisi BTN akhirnya menuai titik terang. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengumumkan rencana akuisisi BTN pada tanggal 17 April 2014.

Dahlan menyebut 2 kandidat perbankan BUMN yang akan mengakuisisi BTN. Bank BUMN tersebut adalah Bank Mandiri dan BRI. Namun Dahlan lebih condong ke Bank Mandiri.

Pasalnya akuisisi BTN tidak hanya untuk memperbesar kemampuan BTN di dalam pembiayaan sektor perumahan. Bank Mandiri sebagai induk juga akan tumbuh besar pasca akuisisi. Bank Mandiri akan menjadi jawara regional yang mengalahkan perbankan di Malaysia.

Dahlan Iskan Umumkan Rencana Akuisi

Kepastian akusisi BTN akhirnya menuai titik terang. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengumumkan rencana akuisisi BTN pada tanggal 17 April 2014.

Dahlan menyebut 2 kandidat perbankan BUMN yang akan mengakuisisi BTN. Bank BUMN tersebut adalah Bank Mandiri dan BRI. Namun Dahlan lebih condong ke Bank Mandiri.

Pasalnya akuisisi BTN tidak hanya untuk memperbesar kemampuan BTN di dalam pembiayaan sektor perumahan. Bank Mandiri sebagai induk juga akan tumbuh besar pasca akuisisi. Bank Mandiri akan menjadi jawara regional yang mengalahkan perbankan di Malaysia.

Ditolak Karyawan BTN

Pasca pengumuman akuisi, serikat karyawan BTN menolak rencana akuisisi. Penolakan ini diwujudkan dengan aksi unjuk rasa pada tanggal 20 April 2014 di kantor pusat BTN, Jalan Gajah Mada.

Karyawan BTN mengkhawatirkan kejelasan kepegawaian dan juga keberlangsungan penyaluran KPR bersubsidi. Namun kekhawatiran ini telah dijawab oleh manajemen Bank Mandiri dan Menteri BUMN.

Pemegang saham dan Bank Mandiri menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pasca akuisisi. Selain itu, BTN akan tetap menyalurkan KPR bersubsidi dan justru penyaluran KPR akan digenjot karena Indonesia masih kekurangan pembiayaan perumahan. Terjadi kekurangan ketersediaan perumahan atau backlog hingga 15 juta unit pada akhir 2013.

Ditolak Karyawan BTN

Pasca pengumuman akuisi, serikat karyawan BTN menolak rencana akuisisi. Penolakan ini diwujudkan dengan aksi unjuk rasa pada tanggal 20 April 2014 di kantor pusat BTN, Jalan Gajah Mada.

Karyawan BTN mengkhawatirkan kejelasan kepegawaian dan juga keberlangsungan penyaluran KPR bersubsidi. Namun kekhawatiran ini telah dijawab oleh manajemen Bank Mandiri dan Menteri BUMN.

Pemegang saham dan Bank Mandiri menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pasca akuisisi. Selain itu, BTN akan tetap menyalurkan KPR bersubsidi dan justru penyaluran KPR akan digenjot karena Indonesia masih kekurangan pembiayaan perumahan. Terjadi kekurangan ketersediaan perumahan atau backlog hingga 15 juta unit pada akhir 2013.

RUPSLB Serempak 21 Mei

Keputusan persetujuan dan skema akuisisi akan ditentukan pada tanggal 21 Mei 2014. Kedua perbankan BUMN yakni BTN dan Bank Mandiri akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Saat ini Bank Mandiri, BTN, hingga Kementerian BUMN tengah mempersiapkan proses RUPSLB.

RUPSLB Serempak 21 Mei

Keputusan persetujuan dan skema akuisisi akan ditentukan pada tanggal 21 Mei 2014. Kedua perbankan BUMN yakni BTN dan Bank Mandiri akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Saat ini Bank Mandiri, BTN, hingga Kementerian BUMN tengah mempersiapkan proses RUPSLB.

Butuh Restu DPR dan Hatta Rajasa

Untuk rencana akuisisi BTN, ternyata membutuhkan persetujuan dan perizinan dari beberapa pihak. Pertama, rencana Kementerian BUMN melepaskan 60,14% saham pemerintah di BTN kepada Bank Mandiri, harus memperoleh restu dan izin dari Komite Privatisasi.

Komite ini diketuai oleh Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa. Setelah memperoleh lampu hijau, selanjutnya perlu dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah restu diperoleh, akuisisi akan dilegalkan melalui Peraturan Pemerintah (PP). PP ini ditetapkan oleh Presiden.

Butuh Restu DPR dan Hatta Rajasa

Untuk rencana akuisisi BTN, ternyata membutuhkan persetujuan dan perizinan dari beberapa pihak. Pertama, rencana Kementerian BUMN melepaskan 60,14% saham pemerintah di BTN kepada Bank Mandiri, harus memperoleh restu dan izin dari Komite Privatisasi.

Komite ini diketuai oleh Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa. Setelah memperoleh lampu hijau, selanjutnya perlu dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah restu diperoleh, akuisisi akan dilegalkan melalui Peraturan Pemerintah (PP). PP ini ditetapkan oleh Presiden.
Halaman 2 dari 14
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads