Pemerintah Waspadai Dampak Negatif Kenaikan Suku Bunga AS

Pemerintah Waspadai Dampak Negatif Kenaikan Suku Bunga AS

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2004 16:36 WIB
Jakarta - Menkeu Jusuf Anwar menyatakan, pemerintah tidak akan terlalu cepat bereaksi menanggapi kenaikan suku bunga AS menjadi 2,25 persen. Namun, pemerintah terus mewaspadai kemungkinan dampak negatifnya terutama untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah."Antisipasinya kita menginginkan Rupiah stabil. Kita lihat market punya logika sendiri-sendiri. Jangan terlalu cepat bereaksi. Tapi awas, itu penting," kata Menkeu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (15/12/2004).Menurut Menkeu, secara tradisional, naiknya suku bunga di pasar uang bisa mempengaruhi ekuitas pasar. "Jadi, ini masalah pilihan investasi karena uang itu selalu mencari alasan yang paling tinggi. Kalau money marketnya naik, maka equity marketnya turun," ujar mantan Ketua Bapepam ini. Ketika ditegaskan lagi mengenai dampak kenaikan suku buang AS bagi Indonesia, Menkeu mengatakan bahwa hal itu belum tentu akan berdampak langsung. "Dampaknya ke Indonesia kita harus lihat dulu. Belum bisa langsung kita analisa karena ada kelainan-kelainan reaksi," tambah Menkeu. Dijelaskan, reaksi atas kenaikan suku bunga AS ini bisa berlainan karena lingkungan bisnis di Indonesia berbeda dengan di Amerika disamping ketertarikan investor dan preferensi investasi yang berbeda. "Jadi kita lihatlah reaksinya bagaimana, jangan bereaksi terlalu cepat," demikian Menkeu. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads