Menakar Plus-Minus Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri

Menakar Plus-Minus Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri

- detikFinance
Kamis, 24 Apr 2014 09:10 WIB
Menakar Plus-Minus Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri
Jakarta - Berbagai respon baik positif maupun negatif terkait rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus bergulir. Ada yang bilang, dengan akuisisi dua perbankan BUMN tersebut, Indonesia akan punya bank besar berskala ASEAN, namun di sisi lain, aksi korporasi pemerintah ini dinilai syarat kepentingan.

Bagaimana pandangan analis soal ini? Berikut paparan dari Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dan Analis Perbankan Recapital Securities Agustini Hamid kepada detikFinance, Kamis (24/4/2014).

Bank Mandiri dapat Pasar Baru

Menurut Reza, sisi positif dari aksi korporasi ini adalah Bank Mandiri yang nantinya akan menjadi induk usaha dari BTN akan mendapatkan pasar baru dari nasabah-nasabah BTN. Tidak hanya menyasar kelas menengah atas tapi juga kelas bawah.

"Mandiri akan mendapatkan pasar baru. Selama ini Mandiri melayani kelas menengah atas, dengan masuknya BTN, dia akan punya pasar kelas bawah yang selama ini dipegang BTN. Memperbesar pangsa pasar Mandiri," ujar dia.

Bank Mandiri dapat Pasar Baru

Menurut Reza, sisi positif dari aksi korporasi ini adalah Bank Mandiri yang nantinya akan menjadi induk usaha dari BTN akan mendapatkan pasar baru dari nasabah-nasabah BTN. Tidak hanya menyasar kelas menengah atas tapi juga kelas bawah.

"Mandiri akan mendapatkan pasar baru. Selama ini Mandiri melayani kelas menengah atas, dengan masuknya BTN, dia akan punya pasar kelas bawah yang selama ini dipegang BTN. Memperbesar pangsa pasar Mandiri," ujar dia.

Memperbesar Aset

Reza juga menyebutkan, setelah akuisisi terjadi, aset Bank Mandiri akan lebih besar. "Aset membesar karena selain mendapatkan dari anak usaha mereka juga dapat dari BTN dan BTN Syariah. Adanya akuisisi 2 bank nasional ini akan lebih efektif," katanya.

Memperbesar Aset

Reza juga menyebutkan, setelah akuisisi terjadi, aset Bank Mandiri akan lebih besar. "Aset membesar karena selain mendapatkan dari anak usaha mereka juga dapat dari BTN dan BTN Syariah. Adanya akuisisi 2 bank nasional ini akan lebih efektif," katanya.

Penyaluran KPR Semakin Besar

Menurut Reza, akuisisi BTN oleh Bank Mandiri ini akan semakin memperbesar penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang selama ini mayoritas disalurkan oleh BTN. Dengan suntikan modal dari Bank Mandiri, penyaluran KPR akan semakin besar yang pada akhirnya bisa mengatasi tingginya kekurangan pasokan rumah (backlog) di Indonesia.

"Eksposur kredit akan semakin luas. BTN akan mendapatkan modal dari Mandiri, otomatis penyaluran kredit jadi lebih besar sehingga Loan to Depocit Ratio (LDR) akan turun. Tujuan memperbesar pasar KPR akan tercapai. Memperbesar KPR bisa mengatasi backlog," kata Reza.

Penyaluran KPR Semakin Besar

Menurut Reza, akuisisi BTN oleh Bank Mandiri ini akan semakin memperbesar penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang selama ini mayoritas disalurkan oleh BTN. Dengan suntikan modal dari Bank Mandiri, penyaluran KPR akan semakin besar yang pada akhirnya bisa mengatasi tingginya kekurangan pasokan rumah (backlog) di Indonesia.

"Eksposur kredit akan semakin luas. BTN akan mendapatkan modal dari Mandiri, otomatis penyaluran kredit jadi lebih besar sehingga Loan to Depocit Ratio (LDR) akan turun. Tujuan memperbesar pasar KPR akan tercapai. Memperbesar KPR bisa mengatasi backlog," kata Reza.

Bisa Bersaing di Pasar ASEAN

Sementara itu, menurut Agustini, rencana akuisisi ini akan menciptakan satu bank besar yang diyakini mampu bersaing di pasar ASEAN.

"Ini tujuannya pertumbuhan dan bisa mendominasi pasar yang lebih besar, supaya kuat di Asia Tenggara dengan segmen berbeda, memadukan antara ritel dan korporasi, bisa mendominasi pasar," terangnya.

Selain itu, dua bank BUMN yang sama-sama sehat ini akan mampu bersinergi untuk tetap fokus di bidangnya masing-masing.

"Dari laporan keuangan 2 bank ini sama-sama sehat. Ini jenis akuisisinya lebih ke akuisisi saham jadi BTN tetap bisa beroperasi seperti biasa, kegiatan usaha masih akan fokus pada bidangnya masing-masing, namun untuk susunan direksi dan kebijakan seperti apa yang tergantung pemegang saham mayoritas dalam hal ini pemerintah," kata Agustini.

Bisa Bersaing di Pasar ASEAN

Sementara itu, menurut Agustini, rencana akuisisi ini akan menciptakan satu bank besar yang diyakini mampu bersaing di pasar ASEAN.

"Ini tujuannya pertumbuhan dan bisa mendominasi pasar yang lebih besar, supaya kuat di Asia Tenggara dengan segmen berbeda, memadukan antara ritel dan korporasi, bisa mendominasi pasar," terangnya.

Selain itu, dua bank BUMN yang sama-sama sehat ini akan mampu bersinergi untuk tetap fokus di bidangnya masing-masing.

"Dari laporan keuangan 2 bank ini sama-sama sehat. Ini jenis akuisisinya lebih ke akuisisi saham jadi BTN tetap bisa beroperasi seperti biasa, kegiatan usaha masih akan fokus pada bidangnya masing-masing, namun untuk susunan direksi dan kebijakan seperti apa yang tergantung pemegang saham mayoritas dalam hal ini pemerintah," kata Agustini.

Perubahan Manajemen

Namun, di sisi lain, kata Reza, adanya akuisisi ini bisa membuat terjadi perubahan manajemen. Maka dari itu kedua bank BUMN ini perlu mengikat komitmen bersama agar bisa menangkis kekhawatiran masyarakat atas aksi korporasi ini.

"Kekhawatiran banyak pihak adanya perubahan komposisi direksi, kebijakan penyaluran KPR. Harus ada komitmen dari Mandiri ke BTN jika tidak akan ada pengurangan karyawan," ujar dia.

Tapi Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin serta Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah berjanji tidak akan ada PHK setelah BTN jadi anak usaha Bank Mandiri. Justru Dahlan berjanji kesejahteraan karyawan akan semakin ditingkatkan.

Perubahan Manajemen

Namun, di sisi lain, kata Reza, adanya akuisisi ini bisa membuat terjadi perubahan manajemen. Maka dari itu kedua bank BUMN ini perlu mengikat komitmen bersama agar bisa menangkis kekhawatiran masyarakat atas aksi korporasi ini.

"Kekhawatiran banyak pihak adanya perubahan komposisi direksi, kebijakan penyaluran KPR. Harus ada komitmen dari Mandiri ke BTN jika tidak akan ada pengurangan karyawan," ujar dia.

Tapi Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin serta Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah berjanji tidak akan ada PHK setelah BTN jadi anak usaha Bank Mandiri. Justru Dahlan berjanji kesejahteraan karyawan akan semakin ditingkatkan.

Konflik Internal

Agustini menilai, rencana akuisisi BTN oleh Mandiri ini dilihat orang banyak konflik kepentingan. Masalah-masalah internal bakal menghiasi bersatunya dua perusahaan pelat merah ini.

"Setelah akuisisi dikhawatirkan akan ada masalah internal terkait kebijakannya nanti. Efek akuisisi segmentasi bisnis jadi beda. Nanti dalam pemberian kredit ke konsumen seperti apa, ketentuan pemberian bunga apakah nanti dibedakan, itu yang dikhawatirkan yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan, ini akan menjadi masalah," pungkasnya.

Konflik Internal

Agustini menilai, rencana akuisisi BTN oleh Mandiri ini dilihat orang banyak konflik kepentingan. Masalah-masalah internal bakal menghiasi bersatunya dua perusahaan pelat merah ini.

"Setelah akuisisi dikhawatirkan akan ada masalah internal terkait kebijakannya nanti. Efek akuisisi segmentasi bisnis jadi beda. Nanti dalam pemberian kredit ke konsumen seperti apa, ketentuan pemberian bunga apakah nanti dibedakan, itu yang dikhawatirkan yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan, ini akan menjadi masalah," pungkasnya.
Halaman 2 dari 14
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads