Bagaimana pandangan analis soal ini? Berikut paparan dari Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dan Analis Perbankan Recapital Securities Agustini Hamid kepada detikFinance, Kamis (24/4/2014).
|
|
Bank Mandiri dapat Pasar Baru
|
|
"Mandiri akan mendapatkan pasar baru. Selama ini Mandiri melayani kelas menengah atas, dengan masuknya BTN, dia akan punya pasar kelas bawah yang selama ini dipegang BTN. Memperbesar pangsa pasar Mandiri," ujar dia.
Bank Mandiri dapat Pasar Baru
|
|
"Mandiri akan mendapatkan pasar baru. Selama ini Mandiri melayani kelas menengah atas, dengan masuknya BTN, dia akan punya pasar kelas bawah yang selama ini dipegang BTN. Memperbesar pangsa pasar Mandiri," ujar dia.
Memperbesar Aset
|
|
Memperbesar Aset
|
|
Penyaluran KPR Semakin Besar
|
|
"Eksposur kredit akan semakin luas. BTN akan mendapatkan modal dari Mandiri, otomatis penyaluran kredit jadi lebih besar sehingga Loan to Depocit Ratio (LDR) akan turun. Tujuan memperbesar pasar KPR akan tercapai. Memperbesar KPR bisa mengatasi backlog," kata Reza.
Penyaluran KPR Semakin Besar
|
|
"Eksposur kredit akan semakin luas. BTN akan mendapatkan modal dari Mandiri, otomatis penyaluran kredit jadi lebih besar sehingga Loan to Depocit Ratio (LDR) akan turun. Tujuan memperbesar pasar KPR akan tercapai. Memperbesar KPR bisa mengatasi backlog," kata Reza.
Bisa Bersaing di Pasar ASEAN
|
|
"Ini tujuannya pertumbuhan dan bisa mendominasi pasar yang lebih besar, supaya kuat di Asia Tenggara dengan segmen berbeda, memadukan antara ritel dan korporasi, bisa mendominasi pasar," terangnya.
Selain itu, dua bank BUMN yang sama-sama sehat ini akan mampu bersinergi untuk tetap fokus di bidangnya masing-masing.
"Dari laporan keuangan 2 bank ini sama-sama sehat. Ini jenis akuisisinya lebih ke akuisisi saham jadi BTN tetap bisa beroperasi seperti biasa, kegiatan usaha masih akan fokus pada bidangnya masing-masing, namun untuk susunan direksi dan kebijakan seperti apa yang tergantung pemegang saham mayoritas dalam hal ini pemerintah," kata Agustini.
Bisa Bersaing di Pasar ASEAN
|
|
"Ini tujuannya pertumbuhan dan bisa mendominasi pasar yang lebih besar, supaya kuat di Asia Tenggara dengan segmen berbeda, memadukan antara ritel dan korporasi, bisa mendominasi pasar," terangnya.
Selain itu, dua bank BUMN yang sama-sama sehat ini akan mampu bersinergi untuk tetap fokus di bidangnya masing-masing.
"Dari laporan keuangan 2 bank ini sama-sama sehat. Ini jenis akuisisinya lebih ke akuisisi saham jadi BTN tetap bisa beroperasi seperti biasa, kegiatan usaha masih akan fokus pada bidangnya masing-masing, namun untuk susunan direksi dan kebijakan seperti apa yang tergantung pemegang saham mayoritas dalam hal ini pemerintah," kata Agustini.
Perubahan Manajemen
|
|
"Kekhawatiran banyak pihak adanya perubahan komposisi direksi, kebijakan penyaluran KPR. Harus ada komitmen dari Mandiri ke BTN jika tidak akan ada pengurangan karyawan," ujar dia.
Tapi Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin serta Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah berjanji tidak akan ada PHK setelah BTN jadi anak usaha Bank Mandiri. Justru Dahlan berjanji kesejahteraan karyawan akan semakin ditingkatkan.
Perubahan Manajemen
|
|
"Kekhawatiran banyak pihak adanya perubahan komposisi direksi, kebijakan penyaluran KPR. Harus ada komitmen dari Mandiri ke BTN jika tidak akan ada pengurangan karyawan," ujar dia.
Tapi Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin serta Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah berjanji tidak akan ada PHK setelah BTN jadi anak usaha Bank Mandiri. Justru Dahlan berjanji kesejahteraan karyawan akan semakin ditingkatkan.
Konflik Internal
|
|
"Setelah akuisisi dikhawatirkan akan ada masalah internal terkait kebijakannya nanti. Efek akuisisi segmentasi bisnis jadi beda. Nanti dalam pemberian kredit ke konsumen seperti apa, ketentuan pemberian bunga apakah nanti dibedakan, itu yang dikhawatirkan yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan, ini akan menjadi masalah," pungkasnya.
Konflik Internal
|
|
"Setelah akuisisi dikhawatirkan akan ada masalah internal terkait kebijakannya nanti. Efek akuisisi segmentasi bisnis jadi beda. Nanti dalam pemberian kredit ke konsumen seperti apa, ketentuan pemberian bunga apakah nanti dibedakan, itu yang dikhawatirkan yang nantinya akan mempengaruhi kebijakan, ini akan menjadi masalah," pungkasnya.
Halaman 2 dari 14











































