Dalam siaran pers, Senin (28/4/2014), Sekretaris Perusahaan Bank Mega Gatot Aris Munandar mengatakan, kenaikan laba ini seiring dengan pertumbuhan laju kredit di kuartal I-2013 sebesar 22,8%, sehingga total kredit perseroan menjadi Rp 30,9 triliun.
Khusus untuk kartu kredit, jumlah kartu kredit yang diterbitkan meningkat hingga hampir 2 juta kartu, dengan outstanding yang meningkat 50%, yaitu hampir mencapai Rp 6 triliun.
Dana pihak ketiga Bank Mega secara keseluruhan juga mengalami peningkatan 11,6% dari Rp 40,5 triliun menjadi Rp 45,2 triliun di kuartal I-2014.
Pada tahun ini, Bank Mega menetapkan target kredit tumbuh Rp 3,1 triliun, dari Rp 30,2 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp 33,3 triliun atau naik 10% pada Desember 2014.
Pertumbuhan akan dikontribusikan oleh semua segmen bisnis (kecuali KUK) dengan kontribusi terbesar dari kartu kredit. Bank Mega juga menginginkan kartu kredit Bank Mega menjadi pilihan masyarakat melalui sinergi dengan perusahaan-perusahaan ritel dalam grup CT Corp. Dengan demikian, kartu kredit Bank Mega memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bank-bank lain.
Sedangkan dari sisi dana, Bank Mega telah menetapkan target kenaikan Rp 3,1 triliun atau tumbuh 6% dari Rp 52,4 triliun menjadi Rp 55,5 triliun pada Desember 2014. Dalam hal ini, Mega First akan menjadi kontributor utama dari pertumbuhan dana. Diharapkan hingga akhir 2014, Bank Mega dapat membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 1,3 triliun.
Pada kuartal I-2014, Bank Mega mencatat pertumbuhan aset 10,4%, dari Rp 51,5 triliun menjadi Rp 56,9 triliun.
(dnl/ang)











































