Bank Mandiri Raup Untung Rp 4,9 T Dalam 3 Bulan, Naik 14,5%

Bank Mandiri Raup Untung Rp 4,9 T Dalam 3 Bulan, Naik 14,5%

- detikFinance
Senin, 28 Apr 2014 17:08 WIB
Bank Mandiri Raup Untung Rp 4,9 T Dalam 3 Bulan, Naik 14,5%
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,9 triliun di kuartal I-2014. Laba ini naik 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 4,3 triliun

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan operasi perseroan di kuartal I-2014 yang mencapai Rp 13,092 triliun, naik dari dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 11,338 triliun.

Selain itu, pendapatan bunga juga menyokong pertumbuhan laba perseroan yang meningkat, dari Rp 11,402 triliun di kuartal I-2013 menjadi Rp 14,313 triliun di kuartal I-2014.

"Perolehan laba sampai kuartal pertama tercapai Rp 4,9 triliun terutama berasal dari pendapatan operasi dan pendapatan bunga yang naik," kata Budi saat acara Paparan Publik Laporan Keuangan di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (28/4/2014).

Sementara itu, pertumbuhan kredit meningkat 20,1% pada kuartal I-2014 menjadi Rp 470,4 triliun, dari Rp 391,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL net 0,67 %.

Pertumbuhan penyaluran kredit itu mendorong peningkatan aset menjadi Rp 729,5 triliun, dari Rp 640,6 triliun para akhir kuartal I-2013 lalu.

Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba juga ditopang pertumbuhan fee based income yang mencapai Rp 3,5 triliun di kuartal I-2014.

Kredit Bank Mandiri di kuartal I-2014 disalurkan ke sektor produktif yang tumbuh 22,8% menjadi Rp 356,8 triliun. Dari jumlah itu, kredit investasi memiliki persentase 15,7%, kredit modal kerja 27,5%, lalu ke sektor listrik, gas, air tumbuh 34,1%. Sementara sektor perdagangan, restoran, dan hotel 22,6%.

Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 36,4% menjadi Rp 28,2 triliun pada Maret 2014. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat menjadi 358 ribu nasabah dari 327 ribu nasabah di kuartal I-2013.

Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 16,1% menjadi Rp 64,6 triliun.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Jumlah nasabah KUR meningkat hingga 42,1% menjadi lebih dari 315 ribu nasabah dengan limit sebesar Rp 14,9 triliun.

"Kami ingin terus tumbuh agar dapat berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian nasional. Pencapaian kami saat ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena kredit yang disalurkan terus meningkat dan semakin memperkuat Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai lembaga intermediasi," kata Budi.

Penghimpunan dana pihak ketiga naik menjadi Rp 531,6 triliun pada Maret 2014, dari Rp 467 triliun di Maret 2013. Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan kuartal I-2014 mencapai Rp 334,7 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 14,5% atau Rp 28,3 triliun hingga mencapai Rp 224,0 triliun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

Hingga Maret 2014, Bank Mandiri telah menambah 250 unit kantor cabang sehingga menjadi 2.061 unit, penambahan 529 unit ATM sehingga menjadi 11.514 unit, menambah 46.171 Electronic Data Capture (EDC) menjadi 240.468 unit, dan penambahan jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 1.766 unit.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads