Berbagai cara dilakukan hingga harus melelang posisi tawar harga Bank Mutiara tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan Bank Mutiara belum kunjung terjual, di antaranya adanya faktor politis yang mengiringi sejarah eks Bank Century tersebut.
Hingga kini memasuki tahun keenam, LPS masih membuka lebar-lebar kepada semua perusahaan industri jasa keuangan baik lokal maupun asing untuk bisa ambil bagian. Namun, LPS berharap besar kepemilikan Bank Mutiara ini nantinya bakal dipegang oleh Bank BUMN dalam negeri.
Lantas, bagaimana tanggapan perusahaan-perusahaan dalam negeri atas tawaran penjualan Bank Mutiara ini? Berikut paparannya berdasarkan catatan detikFinance, Rabu (30/4/2014).
|
|
BNI Masih Pikir-Pikir Akuisisi Bank Mutiara
|
|
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo mengungkapkan, pihaknya mengaku masih harus melihat-lihat kondisi yang ada terkait akuisisi Bank Mutiara. Apalagi, Bank Mutiara tidak bisa lepas dari masalah politik yang sudah terlanjur melekat.
"Kalau soal Mutiara itu, bukan apa-apa, itu masalah politis. Dampak politisnya gimana nih kalau kita akuisisi," kata dia saat ditemui di Gedung BNI, Jakarta, kemarin.
Saat ini, Gatot menyebutkan, masih akan fokus untuk menyasar bisnis organik. Kalau pun nanti ada rencana akuisisi, BNI akan membidik perbankan kelas menengah atas yang fokus dalam penyaluran bisnis mikro.
"Kita masih akan fokus di bisnis organik. Kita adalah fokus bank di industri, kalau pun mau ambil bank yang fokusnya ke mikro, mikro ini perlu fokus pengembangan. Jadi untuk akuisisi kita mau lihat dulu. Akuisisi kita lihat dulu opportunity-nya," ujar Gatot.
BNI Masih Pikir-Pikir Akuisisi Bank Mutiara
|
|
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo mengungkapkan, pihaknya mengaku masih harus melihat-lihat kondisi yang ada terkait akuisisi Bank Mutiara. Apalagi, Bank Mutiara tidak bisa lepas dari masalah politik yang sudah terlanjur melekat.
"Kalau soal Mutiara itu, bukan apa-apa, itu masalah politis. Dampak politisnya gimana nih kalau kita akuisisi," kata dia saat ditemui di Gedung BNI, Jakarta, kemarin.
Saat ini, Gatot menyebutkan, masih akan fokus untuk menyasar bisnis organik. Kalau pun nanti ada rencana akuisisi, BNI akan membidik perbankan kelas menengah atas yang fokus dalam penyaluran bisnis mikro.
"Kita masih akan fokus di bisnis organik. Kita adalah fokus bank di industri, kalau pun mau ambil bank yang fokusnya ke mikro, mikro ini perlu fokus pengembangan. Jadi untuk akuisisi kita mau lihat dulu. Akuisisi kita lihat dulu opportunity-nya," ujar Gatot.
Pegadaian Sempat Tertarik
|
|
"Memang sempat diskusi tentang Bank Mutiara, tetapi setelah memperoleh paparan dari PT Danareksa selaku kuasa advisor Bank Mutiara, kami melakukan peninjauan kembali sehingga tidak ikutan," ungkap Direktur Utama Pegadaian Suwhono di kantor Cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Salah satu pertimbangan Pegadaian adalah terkait kapasitas dan kemampuan sumber daya. Menurut Suwhono, lebih baik Pegadaian fokus pada rencana yang sudah ada dan memiliki bank menjadi prioritas selanjutnya.
"Pertimbangan kami adalah resourses yang ada. Kami konsen dulu ke rencana yang sudah ada," sebutnya.
Pegadaian saat ini tengah melakukan pengembangan bisnis perhotelan. Ini membutuhkan dana dan tenaga yang cukup besar. Suwhono pun tidak berani mengambil risiko bisnis hotel ini tidak berjalan optimal bila dilakukan secara bersamaan dengan bisnis bank.
"Kita mau bikin hotel, anak usaha lain. Itu kan perlu dana, padahal dana kami relatif terbatas. Kalau itu kita gunakan untuk yang lain maka tidak prioritas," kata Suwhono.
Suwhono menyatakan belum ada anggaran yang disiapkan untuk pembelian Bank Mutiara, termasuk dalam belanja modal 2014. "Kemarin baru penjajakan. Kalau pun direalisasi, prediksi saja, tidak tahun ini," imbuhnya.
Pegadaian Sempat Tertarik
|
|
"Memang sempat diskusi tentang Bank Mutiara, tetapi setelah memperoleh paparan dari PT Danareksa selaku kuasa advisor Bank Mutiara, kami melakukan peninjauan kembali sehingga tidak ikutan," ungkap Direktur Utama Pegadaian Suwhono di kantor Cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Salah satu pertimbangan Pegadaian adalah terkait kapasitas dan kemampuan sumber daya. Menurut Suwhono, lebih baik Pegadaian fokus pada rencana yang sudah ada dan memiliki bank menjadi prioritas selanjutnya.
"Pertimbangan kami adalah resourses yang ada. Kami konsen dulu ke rencana yang sudah ada," sebutnya.
Pegadaian saat ini tengah melakukan pengembangan bisnis perhotelan. Ini membutuhkan dana dan tenaga yang cukup besar. Suwhono pun tidak berani mengambil risiko bisnis hotel ini tidak berjalan optimal bila dilakukan secara bersamaan dengan bisnis bank.
"Kita mau bikin hotel, anak usaha lain. Itu kan perlu dana, padahal dana kami relatif terbatas. Kalau itu kita gunakan untuk yang lain maka tidak prioritas," kata Suwhono.
Suwhono menyatakan belum ada anggaran yang disiapkan untuk pembelian Bank Mutiara, termasuk dalam belanja modal 2014. "Kemarin baru penjajakan. Kalau pun direalisasi, prediksi saja, tidak tahun ini," imbuhnya.
BRI Mau Beli Asal Urusan Hukumnya Beres Dulu
|
|
"Sudah daftar. Dari awal iya masukin. Persetujuan dari saya sudah dari kemarin," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir saat ditemui di Gedung BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Namun, Sofyan mengaku, pernyataan minat tersebut bisa berlanjut ke tahap berikutnya apabila masalah-masalah hukum yang tengah dihadapi Bank Mutiara sudah bisa diselesaikan.
"Masa saya beli dari anda nggak meriksa dulu. Kalau beres, masalah-masalah hukum sudah nggak ada, baru bisa. Kita lihat hasil laporan BPK, makanya semua itu kita masih bicara minat," ujarnya.
Sofyan menjelaskan, sebelum menyatakan minat, pihaknya tengah melakukan diskusi bersama Bank Indonesia (BI) terkait hal ini. Sofyan mengaku, pihaknya masih mengkaji niatan tersebut.
"Pernah diskusi bareng BI. Kalau memang semua angkanya menarik buat kita, kita ambil. Kan gini kemarin kan saya dengar banyak tawaran harga agak lebih miring, jadi daripada opportunity hilang ya kita pasang saja dulu ya siapa tahu kalau dijual murah kan nanti kita due diligence dulu 3 bulan, kita punya waktu 3 bulan untuk due diligence," tandasnya.
BRI Mau Beli Asal Urusan Hukumnya Beres Dulu
|
|
"Sudah daftar. Dari awal iya masukin. Persetujuan dari saya sudah dari kemarin," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir saat ditemui di Gedung BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Namun, Sofyan mengaku, pernyataan minat tersebut bisa berlanjut ke tahap berikutnya apabila masalah-masalah hukum yang tengah dihadapi Bank Mutiara sudah bisa diselesaikan.
"Masa saya beli dari anda nggak meriksa dulu. Kalau beres, masalah-masalah hukum sudah nggak ada, baru bisa. Kita lihat hasil laporan BPK, makanya semua itu kita masih bicara minat," ujarnya.
Sofyan menjelaskan, sebelum menyatakan minat, pihaknya tengah melakukan diskusi bersama Bank Indonesia (BI) terkait hal ini. Sofyan mengaku, pihaknya masih mengkaji niatan tersebut.
"Pernah diskusi bareng BI. Kalau memang semua angkanya menarik buat kita, kita ambil. Kan gini kemarin kan saya dengar banyak tawaran harga agak lebih miring, jadi daripada opportunity hilang ya kita pasang saja dulu ya siapa tahu kalau dijual murah kan nanti kita due diligence dulu 3 bulan, kita punya waktu 3 bulan untuk due diligence," tandasnya.
Dahlan Dukung Pegadaian Tak Jadi Beli Bank Mutiara
|
|
"Pegadaian ikut menawar Bank Mutiara pun saya sudah setuju, tetapi direksi rupanya melakukan evaluasi dan ternyata tidak jadi. Itu juga baik," kata Dahlan di kantor cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2014).
Intinya, menurut Dahlan, adalah bagaimana Pegadaian tetap bisa menjalankan aksi korporasi sesuai dengan rencana. Bila pembelian Bank Mutiara dirasa tidak tepat, artinya direksi sudah memiliki prioritas lain.
"Prinsipnya saya serahkan kepada direksi. Yang penting aset itu harus digunakan, untuk apa? Terserah pada direksinya. Aset itu tidak boleh nganggur," paparnya.
Dahlan Dukung Pegadaian Tak Jadi Beli Bank Mutiara
|
|
"Pegadaian ikut menawar Bank Mutiara pun saya sudah setuju, tetapi direksi rupanya melakukan evaluasi dan ternyata tidak jadi. Itu juga baik," kata Dahlan di kantor cabang Pegadaian Bidara Cina, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2014).
Intinya, menurut Dahlan, adalah bagaimana Pegadaian tetap bisa menjalankan aksi korporasi sesuai dengan rencana. Bila pembelian Bank Mutiara dirasa tidak tepat, artinya direksi sudah memiliki prioritas lain.
"Prinsipnya saya serahkan kepada direksi. Yang penting aset itu harus digunakan, untuk apa? Terserah pada direksinya. Aset itu tidak boleh nganggur," paparnya.
Halaman 2 dari 10











































