Bush Tegaskan Komitmennya Kurangi Defisit Anggaran AS

Bush Tegaskan Komitmennya Kurangi Defisit Anggaran AS

- detikFinance
Kamis, 16 Des 2004 10:17 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush menegaskan komitmennya untuk berkerjasama dengan Kongres dalam mengurangi defisit anggarannya sebagai langkah kunci untuk meyakinkan dunia bahwa pemerintahannya mendukung penguatan dolar AS yang kini terus terpuruk posisinya."Kami akan melakukan segala hal yang kami bisa dalam sesi awal legislatif ini untuk memberikan sinyal kepada pasar bahwa kami sangat memperhatikan defisit yang selanjutnya bisa mendorong orang untuk kembali membeli dolar," ujar Bush seperti dilansir AP, Kamis (16/12/2004). Pernyataan Bush diberikan usai bertemu dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi yang secara khusus menyatakan keprihatinannya atas melemahnya dolar AS terhadap Euro. Melemahnya dolar AS ini setidaknya telah menjadi keprihatinan negara-negara di dunia karena melemahnya dolar AS telah membuat ekspor AS menjadi lebih murah. Negara-negara Eropa umumnya memprihatinkan pelemahan dolar AS bisa mengganggu pemulihan ekonomi Eropa karena bisa memangkan tingkat penjualan manufaktur Eropa.Selain itu keprihatinan juga datang dari Jepang yang mata uangnya juga terus menguat terhadap dolar AS sehingga membuat Jepang harus terus melakukan intervensi guna menghindari keterpurukan dolar AS lebih lanjut karena bisa menggangu ekspor Jepang. "Kebijakan pemerintahan kami adalah kebijakan memperkuat dolar AS," tegas Bush. Pernyataan Bush ini diberikan sehari setelah keluarnya angka defisit perdagangan AS yang mencapai US$ 55,5 miliar pada Oktober. Namun menanggapi angka defisit yang menggelembung ini, Bush dengan enteng menjawab bahwa masalah itu sangat mudah untuk dipecahkan. "Masyarakat bisa membeli barang-barang buatan AS lebih banyak jika mereka khawatir soal besarnya defisit perdagangan AS," ujar Bush enteng. Sementara Menteri Keuangan AS John Snow menegaskan bahwa pengurangan defisit anggaran merupakan bagian dari langkah kedua kebijakan ekonomi AS. "Pemerintah telah berjanji untuk mengurangi defisit yang akan mencatat rekor US$ 412 miliar pada tahun 2004 menjadi setengahnya pada tahun 2009," demikian Snow. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads