Pertumbuhan laba perseroan didukung oleh kinerja pendapatan bunga yang naik 16% menjadi Rp 1,6 triliun dan pertumbuhan pendapatan lainnya (fee based income) sebesar 28,34% menjadi Rp 207,4 miliar.
Net Interest Margin (NIM) Bukopin pada kuartal I-2014 tumbuh 0,34% menjadi 3,98%. "Hal ini merupakan pencapaian tersendiri mengingat ketatnya persaingan industri perbankan di Indonesia," kata Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan yang diterima detikFinance di Jakarta, Rabu (30/4/2014).
Sedangkan pertumbuhan fee based income ditopang oleh kartu kredit, dengan porsi 54% atau Rp 115,4 miliar. Naik 31% dibandingkan periode yang sama pada 2013.
"Kami berharap perseroan akan terus menguat hingga akhir tahun. Kami akan terus mendorong pertumbuhan pendapatan dari bunga dan non bunga seperti transaksi online dan pembayaran pihak ketiga," kata Glen.
Saat ini Loan to Deposit Ratio (LDR) Bukopin adalah 81,45% sementara Non Performing Loan (NPL) gross 2,56%. Kemudian Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 16,18%.
"Bank Bukopin kini berada di Buku III dengan modal inti Rp 5,6 triliun. Hal ini memberikan keleluasaan bagi perseroan untuk melakukan ekspansi jaringan dan produk untuk mencapai target jangka panjang," sebut Glen.
Β
(hds/hds)











































