Pesanan minimal sebesar Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar. Pemerintah menargetkan perolehan dana sebesar Rp 2,5 triliun.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Utang Robert Pakpahan menyebutkan, penerbitan obligasi ini akan dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama akan dilakukan di semester I-2014 yang tepatnya dilakukan hari ini. Selanjutnya akan diterbitkan pada semester II-2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target 2,5 triliun karena ini produk baru. Kupon menggunakan sistem floating rate, artinya kalau bunga LPS naik kita naikkan tapi kalau turun kita tetap di 8,75%. Pembayaran kupon obligasi dilakukan per 3 bulan setiap tanggal 30," kata Robert saat acara Pembukaan Masa Penawaran Saving Bonds Ritel Seri SBR001 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Robert menyebutkan, produk ini dipasarkan mulai tanggal 2-22 Mei 2014 dan penerbitan pada tanggal 30 Mei 2014. Pmerintah telah menunjuk 21 agen penjual baik perbankan maupun perusahaan sekuritas.
Dia menyebutkan, penerbitan SBR001 merupakan yang pertama kalinya. Ini adalah program pengembangan dan pendalaman pasar yang sebelumnya melalui penerbitan ORI.
Baik SBR maupun ORI sama-sama instrumen ritel. Perbedaannya, SBR tidak bisa diperdagangkan, alias harus dimiliki sampai jatuh tempo (hold to maturity). Sementara ORI bisa dilepas sewaktu-waktu.
Robert juga menyebutkan, pemerintah telah melakukan roadshow ke berbagai daerah seperti Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, dan Makassar.
"Peluncuran pre marketing ke Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, dan Makassar. Ini untuk pengenalan, bekerjasama dengan BEI dan agen penjual," ujarnya.
Berikut para agen penjual SBR:
- BII
- Bank Mandiri
- Bank ANZ
- Bank UOB
- BNI
- Bank Panin
- Bank DBS
- Citibank
- Bank OCBC
- Standard Chartered
- Bank BCA
- Bank BTN
- Bank Danamon
- Bank Permata
- Bank Bukopin
- Bank BRI
- Bank CIMB Niaga
- Bank HSBC
- Sucorinvest
- Trimegah
- Danareksa











































