EMEAP Luncurkan US$ 2 Miliar Asian Bond Fund 2
Kamis, 16 Des 2004 17:02 WIB
Jakarta - Executive Meeting of East Asia and Pacific Central Bank (EMEAP) yang merupakan perkumpulan bank sentral dari 11 negara Asia Pacifik kembali meluncurkan Asian Bond Fund 2 (ABF2) sebesar US$ 2 Miliar. Tujuan diluncurkannya ABF2 ini adalah untuk menggalakkan pasar obligasi domestik yang belum matang dan menjaga simpanan negara-negara ini tetap berada di kawasan Asia ketimbang ke pasar uang lain misalnya AS. Dalam pernyataan resminya Kamis (16/12/2004), EMEAP menyatakan ABF2 ini akan diinvestasikan dalam obligasi dengan denominasi mata uang lokal dari penerbit di 8 pasar EMEAP termasuk Jepang, Australia dan Selandia Baru. Anggota EMEAP adalah bank sentral dari Australia, Cina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipuna, Singapura, Korea Selatan dan Thailand. "Aturan Katalistisnya adalah bahwa ABF2 akan bermain untuk mengembangkan produk baru, meningkatkan infrastruktur pasar dan meminimalkan aturan yang selanjutnya secara luas akan membantu dan memperdalam pasar utang domestik dan regional," demikian pernyataan EMEAP.Kerangka ABF2 meliputi dua bagian yakni Pan-Asian Bond Index Fund yang akan diinvestasikan pada obligasi dalam denominasi mata uang lokal dan Fund of Bond Funds yang akan menjadi dana induk untuk diinvestasikan dalam sub-fund sejumlah negara yang selanjutnya membeli obligasi dalam mata uang lokal. EMEAP akan mengalokasikan US$ 1 miliar untuk Pan-Asian Bond Index Fund yang akan berdomisili di Singapura dan pada awalnya akan dicatatkan di Hong Kong dan US$ 1 miliar untuk Fund of Bond Funds. Salah seorang pejabat Bank of Japan menyatakan bahwa saat ini sedang pada tahap akhir untuk menyelesksi Fund Manager swasta dan Kustodian untuk ABF2. Mereka berharap akan segera beroperasi sekitar awal tahun depan. Hanya bank-bank sentral dari anggota EMEAP yagn akan berinvestasi dalam ABF2 untuk tahap awal ini. Namun selanjutnya institusi sektor swasta akan diundang untuk berinvestasi pada tahap kedua. BOJ sudah menyatakan keikutsertaannya dalam ABF2 sebesar US$ 200 miliar, sementara Thailand sebesar US$ 250 miliar.
(qom/)











































