Kelanjutan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BRMI) ditentukan sore ini. Pemerintah selaku kuasa pemegang saham tengah melakukan rapat terkait hal ini.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penentuan dimasukkan atau tidaknya agenda akuisisi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri tanggal 21 Mei 2014 nanti ditentukan sore ini.
"Sore ini paling lambat. Tanya ke Kementerian, itu domain-nya pemegang saham. Itu lagi rapat katanya, kalau RUPS-nya tetap," kata Budi ditemui di Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agenda itu berdasarkan UU PP diajukan pemegang saham ke kita. Kita masih terima surat dari menteri bahwa itu diagendakan. Tapi memang ada diskusi bahwa itu mau ditunda atau tidak, keputusannya di mereka," paparnya.
Budi menambahkan, akuisisi ini hanyalah masalah ketepatan waktu saja. Dia pun tak mau berkomentar banyak, jika nyatanya agenda ini tidak dimasukkan ke RUPS nanti.
"Itu masalah timing saja. Kita bekerja berdasarkan surat resmi dari Kementerian. Kita sudah menerima surat resmi dari BTN agar itu diagendakan. Kita masih menunggu siang ini atau sore ini apakah itu akan diteruskan atau ditarik, karena hari ini terakhir," katanya.
Konsolidasi Harus Dilakukan
Kelanjutan agenda akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri ditentukan sore ini. Jika agenda ini batal, Mandiri akan tetap mencari peluang konsolidasi dengan bank lain.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, secara prinsip konsolidasi harus tetap dilakukan, demi kesiapan perbankan RI menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN perbankan di 2020.
"Kalau ngomongin itu (konsolidasi) saya rasa semua stakeholder di sini sadar itu harus kita lakukan untuk menghadapi Asean 2020, itu sih sudah saya rasa pengertiannya sudah paham. Tinggal masalah transaksinya bagaimana dilakukan supaya tenang lah. Tapi konsolidasi perbankan semua sudah paham kalau itu harus kita lakukan," katanya.
Dikatakan Budi, jika agenda ini tidak bisa dilakukan dengan sesama BUMN, dia membuka peluang konsolidasi dengan bank mana saja.
"Kita selalu terbuka untuk kesempatan melakukan kegiatan non organik, itu masuk di business plan kita. Kalau yang ini nggak jadi, kita akan tetap melakukan itu, balik lagi Mandiri percaya bahwa konsolidasi perbankan itu dibutuhkan untuk perbankan Indonesoia menghadapi Asean 2020 nanti," katanya.
Dia juga mengakui agenda akuisisi bank BTN terbentur waktu yang sensitif.
"Benang merahnya adalah konsolidasi perbankan di Indonesia itu penting. Dan sekarang timing-nya itu sensitif. Jadi dua itu benang merahnya" tutup Budi. (zul/ang)











































