Direktur Utama BTN Maryono menyebutkan, hingga Maret 2014, NPL Nett perseroan mencapai 3%, khusus untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) kredit macetnya sebesar 1,5%. Maryono berjanji, di akhir tahun angka kredit macet BTN bisa ditekan di angka 2,6%.
"Posisi NPL net per Maret 2014 sebesar 3%, untuk FLPP secara total 1,5%. Soal NPL ini pemeriksaan sudah selesai di 2013 tinggal kita melakukan perbaikan. Kita akan berusaha menurunkan NPL. Akhir tahun target bisa 2,6%," kata Maryono saat ditemui di Gedung BTN, Jakarta, Senin (5/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPR kita kan yang untuk rumah bersubsidi itu adalah yang gajinya pas-pasan. Musim hujan kredit macet tinggi karena mereka yang MBR lebih ke kebutuhan primer sehingga triwulan I kredit melambat," jelas dia.
Namun begitu, Maryono masih optimistis bisa menyalurkan pertumbuhan kredit di angka 17-18% di tahun ini dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 22%.
Maryono mengaku, hingga kini pihaknya belum mendapat surat panggilan dari OJK maupun Bank Indonesia (BI) terkait permasalahan kredit macet ini.
"Kami belum mendapatkan konfirmasi dari OJK dan BI. Tapi BTN akan melakukan perbaikan," pungkasnya.
(drk/ang)











































