"Kita akan terbitkan obligasi Rp 2 triliun semester ini. Obligasi ini untuk menutup obligasi sebelumnya yang Rp 900 miliar, itu akan jatuh tempo bulan ini," kata Direktur Utama BTN Maryono saat ditemui di Gedung BTN, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Dia menjelaskan, penerbitan obligasi ini salah satunya untuk pembayaran utang (refinancing) obligasi sebelumnya sebesar Rp 900 miliar yang memiliki kupon 12%. Sementara obligasi yang sebesar Rp 2 triliun diperkirakan akan dipatok di bawah 10%.
"Obligasi yang dulu bunganya 12%. Yang nanti akan dikeluarkan semester ini kira-kira di bawah 10%, benchmark kita SUN," ujar dia.
Hingga 31 Maret 2014 realisasi penyaluran kredit rumah murah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 5.240 unit atau 37,5% dari target yang dipatok pemerintah sebanyak 14.448 unit dengan nilai Rp 291 miliar.
Total aset sebesar Rp 137 triliun atau tumbuh 13,97%. Kredit dan pembiayaan sebesar Rp 103 triliun atau tumbuh 20,24% dan DPK sebesar Rp 102 triliun atau tumbuh 17,44% dengan laba mencapai Rp 341 miliar.
(drk/ang)











































