Lembaga ini akan bergerak memonitor perkembangan ekonomi Indonesia, baik secara jangka pendek maupun menengah. Mandiri Institute akan memberikan laporan kajian, diskusi ahli, dan konferensi kebijakan publik.
"Kita akan memberikan pandangan jangka pendek dan jangka menengah. Tidak mau panjang-panjang. Biar tidak kelamaan," ungkap Darmin saat peluncuruan Mandiri Institute di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (12/5/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang yaitu jebakan kelompok menengah atau middle income trap (MIT) akan menjadi salah satu perhatian lembaga ini.
"Kita tidak bisa lagi melihat Indonesia pada sebuah ide-ide yang berdasarkan intuisi atau dengan model matematik lainnya. Kita perlu akurasi, analisis kesimpulan dan kita melihat Mandiri Institute sebagai jawaban itu," paparnya.
Saat ini Indonesia tercatat sebagai negara terbesar ke-16 dunia dengan nominal PDB Rp 8.800 triliun dan pertumbuhan ekonomi rata-rata dalam tiga tahun terakhir 6,2%. Ini merupakan yang paling stabil di kawasan.
PDB per kapita telah mencapai US$ 3.563 di 2013, hampir lima kali lipat sejak krisis 1997/1998. Situasi ini menjadikan Indonesia berpotensi menjadi negara terbesar ketujuh dunia di 2030.
"Dukungan tim research and development (R&D) yang andal dan reliable dalam setiap pengambilan kebijakan sangat dibutuhkan agar Indonesia dapat menjadi negara besar. Inilah yang ditawarkan Mandiri. Lembaga ini dedikasikan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan publik terbaik melalui interaksi aktif antar pemangku kepentingan," jelas Darmin
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tidak mencari keuntungan finansial. Ia menegaskan, lembaga ini akan mengawal ekonomi untuk menjadi lebih baik.
"Mutlak ini bukan lembaga profit," sebut Budi.
Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh Indonesia ke depannya. Maka dari itu sebagai pihak perusahaan, memiliki kewajiban untuk menjaga negara agar berhasil melewati tantangan tersebut.
"Menjadikan Indonesia yang lebih baik. Itu tujuannya. Kita akan berbicara soal pertumbuhan ekonomi, kita akan berbicara inflasi, harga pangan, kita akan berbicara soal infrastruktur dan kita akan berbicara apapun yang menjadi apapun kebutuhan orang banyak," tukasnya.
(mkl/dnl)











































