Agus Marto: Kepastian Politik Dukung Penguatan Rupiah

Agus Marto: Kepastian Politik Dukung Penguatan Rupiah

- detikFinance
Senin, 19 Mei 2014 19:02 WIB
Agus Marto: Kepastian Politik Dukung Penguatan Rupiah
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai adanya deklarasi calon presiden-wakil presiden sedikit banyak memberikan dampak penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada Senin (19/5/2014) tercatat Rp 11.351 per dolar AS. Menguat dibandingkan posisi 16 Maret 2014 yaitu Rp 11.415 per dolar AS.

Hari ini, ada dua pasang capres-cawapres yang mendeklarasikan diri yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pasangan Jokowi-JK didukung oleh PDi-P, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura. Sementara Prabowo-Hatta disokong Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau saya lihat, ini adalah sifatnya temporer dan ada faktor bagaimana pemilik dana melihat perkembangan situasi politik Indonesia dan kemudian ikut melepas valas sehingga terjadi supply yang besar," papar Gubernur BI Agus Martowardojo saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/5/2014).

Agus menjelaskan, penguatan rupiah juga terjadi karena banyak investor, terutama eksportir, melepas valas mereka. Saat ini, investor menilai arah politik Indonesia sudah semakin jelas.

"Eksportir atau pemilik dana memang mengikuti perkembangan politik. Begitu politik menunjukkan kondisi yang baik, daripada nanti mata uang itu menjadi kuat dan mereka tetap memegang valuta asingnya, mereka melepas. Ada pengumuman-pengumuman secara politik itu baik menurut investor," terang Agus.

Agus berharap, dengan semakin jelasnya kondisi politik akan membawa nilai tukar rupiah semakin membaik.

"Kita harapkan langkah-langkah ke depan sampai pengumuman final tanggal 20 Mei, sampai ke kampanye pilpres, semua menghasilkan sesuatu yang mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi dari pemilik dana," katanya.

Β 
(drk/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads