Jokowi-JK Serukan Pembatasan Asing dan Asas Resiprokal di Sektor Keuangan

Jokowi-JK Serukan Pembatasan Asing dan Asas Resiprokal di Sektor Keuangan

- detikFinance
Selasa, 20 Mei 2014 15:53 WIB
Jokowi-JK Serukan Pembatasan Asing dan Asas Resiprokal di Sektor Keuangan
Jakarta - Di bidang ekonomi, sektor keuangan memegang peranan penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor keuangan tumbuh 6,16% pada kuartal I-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla punya program untuk mengembangkan sektor keuangan Indonesia. Ini termuat dalam dokumen berjudul 'Jalan Perubahan untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian' yang merupakan misi, visi, dan program aksi duet ini.

"Kami berkomitmen untuk membangun penguatan sektor keuangan berbasis nasional. Pertama melalui instrumen regulasi, di mana harus ada pembatasan penjualan saham bank nasional kepada bank asing dan pengaturan yang lebih ketat untuk menghindari konglomerasi tumpang tindih," tegas dokumen tersebut seperti dikutip Selasa (20/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah kedua, lanjut dokumen tersebut, adalah melalui pendekatan diplomasi. Asas resiprokal bagi bank-bank Indonesia harus segera diimplementasikan. "Kami juga berkomitmen mendukung perbankan nasional untuk mengembangkan sayapnya ke luar negeri, terutama di ASEAN," sebut dokumen itu.

Ketiga adalah menggunakan instrumen standarisasi keuangan yang jelas. Keempat adalah menggunakan instrumen penguatan kelembagaan terutama untuk membuat microfinance menjadi lebih bankable.

"Pengembangan kapasitas pengusaha kecil dan menengah dalam pengelolaan keuangan. Microfinance terutama dikembangkan untuk membiayai kegiatan produktif, bukan konsumtif," sebut dokumen itu.

Β 
(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads