Batal Caplok BTN, Bank Mandiri Tetap Ingin Jadi Bank Terbesar ASEAN

Batal Caplok BTN, Bank Mandiri Tetap Ingin Jadi Bank Terbesar ASEAN

- detikFinance
Rabu, 21 Mei 2014 17:05 WIB
Batal Caplok BTN, Bank Mandiri Tetap Ingin Jadi Bank Terbesar ASEAN
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) batal mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Akuisisi dilakukan supaya dua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bisa bersatu dan tumbuh besar.

Targetnya, Bank Mandiri ingin menjadi bank terbesar se-Asia Tenggara. Nah, apakah bank pelat merah ini tetap berniat mengejar target itu meski akuisisi BTN batal?

"Rencana jadi bank terbesar di ASEAN tetap berjalan, kita akan melangkah tumbuh dengan cara organik dan anorganik," kata Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, usai RUPS di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank Mandiri memang punya rencana besar untuk mencapai kapitalisasi pasar senilai US$ 55 miliar (Rp 550 triliun) di tahun 2020. Dengan market cap sebesar itu, Bank Mandiri akan menjadi bank terbesar dan terbaik se-Asia Tenggara mengalahkan perbankan raksasa asal Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 2013, market cap perseroan sudah mencapai US$ 22 miliar atau Rp 220 triliun. Untuk mendorong rencana di 2020, Bank Mandiri melakukan beberapa langkah seperti menggenjot belanja modal (capital expenditure) dan menambah cabang di seluruh Indonesia.

Selain melakukan ekspansi, Bank Mandiri juga akan menjaga pertumbuhan laba bersih hingga penyaluran kredit di atas 20%. Hal ini perlu dilakukan agar cita-cita besar Bank Mandiri dapat terwujud.

Pemerintah mendukung target Bank Mandiri ini dengan usulan akuisisi bank berkode BBTN itu. Namun, rencana ini disambut negatif oleh banyak pihak dan akhirnya terpaksa dibatalkan.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads