Kasnic: Rating Obligasi Bank Global Tak Diberikan Mendadak

Kasnic: Rating Obligasi Bank Global Tak Diberikan Mendadak

- detikFinance
Senin, 20 Des 2004 14:09 WIB
Jakarta - Perusahaan pemeringkat PT Kasnic Credit Rating Indonesia menegaskan, pemberian rating untuk obligasi subordinasi senilai Rp 400 miliar pada Juni 2003 dengan peringkat A- (A minus) tidak diberikan secara mendadak, melainkan melalui pengamatan selama tiga tahun."Peringkat single A minus tidak diberikan secara mendadak tetapi berdasarkan pengamatan selama tiga tahun yang dimulai dari BBB, kemudian BBB+ (triple B plus) dan terakhir single A- (single A minus)," kata Dirut Kasnic, Jazid Adam dalam jumpa pers di Menara Rajawali, Senin,(20122004).Penegasan Kasnic ini sehubungan maraknya tudingan bahwa pemeringkatan Kasnic yang dinilai terlalu mudah memberikan peringkat yang bagus untuk perusahaan. Obligasi subordinasi Bank Global yang diterbitkan Juni 2003 memperoleh peringkat A- (single A minus) dengan jangka waktu 10 tahun.Menurut Jazid, Kasnic tidak mendapat informasi lebih awal sehubungan dengan kasus Bank Global, karena Bank Indonesia baru mengumumkan secara resmi dalam website BI tanggal 8 Desember 2004. Sedangkan Bank Global baru masuk dalam kategori pengawasan khusus BI pada 29 Oktober 2004. "Karena kerahasiaan bank, Kasnic tidak mungkin mengetahui ini lebih awal sebelum diumumkan kepada publik," ujar Jazid.Menurut Jazid, setelah BI mengumumkan secara resmi pada 8 Desember 2004, Kasnic melakukan penurunan peringkat obligasi subordinasi Bank Global dari A- (single A minus) menjadi BBB- (triple B minus) dan selanjutnya menurunkan kembali menjadi D (default) pada saat BI membekukan ijin Bank Global 13 Desember 2004.Jazid menjelaskan, Kasnic sudah melakukan pemeringkatan Bank Global sejak tahun 2000 untuk emisi obligasi sebesar Rp 68 miliar dan jatuh tempo juli 2003. Dengan menggunakan Bank Rating Methodology Kasnic memberikan peringkat BBB untuk obligasi tersebut. Selanjutnya melihat indikator finansial yang membaik berdasarkan pemeringkatan pemantauan peringkat obligasi tersebut dinaikkan menjadi BBB+, dimana obligasi ini telah dilunasi oleh Bank Global pada Juli 2003.Setelah itu, Kasnic melakukan pemeringkatan untuk obligasi subordinasi Bank Global tahun 2003 dengan metodologi yang sama dan menghasilkan peringkat A- (single A minus). Menurut Jazid, peringkat ini diberikan dengan alasan, pertama, bank tersebut masuk kategori sehat sejak 1999-2002 dari BI. Kedua, berdasarkan laporan audit tahun 1999-2002 seluruh indikator finansial bank termasuk CAR, LDR, NPL, ROA, ROE menunjukkan hasil yang memuaskan. Ketiga, Bank Global adalah salah satu bank yangbertahan selama krisis perbankan tanpa bantuan BLBI atau pemerintah lainnya.Keempat, direksi dan komisaris bank telah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit & proper test) oleh BI dan BI juga tidak menyatakan keberatan atas penerbitan obligasi subordinasi. Jazid menjelaskan, Kasnic selalu melakukan pemantauan atas obligasi bank Global secara berkala sampai terkahir menggunakan laporan keuangan per September 2004.Menurut Jazid kasus Bank Global tidak akan terjadi, jika BI, Bapepam, BEJ, BES, wali amanat, komisaris utama, komisaris independen, komite audit, direktur kepatuhan, dan satuan pengawas internal melakukan pengawasan dengan benar."Kasnic berpendapat kecil sekali kemungkinan bank dapat melakukan penyimpangan jika institusi-institusi tersebut diatas melakukan fungsinya dengan baik dan benar," ujarnya.Maka itu lanjut Jazid, Kasnic menyambut gembira dengan rencana Bapepam yang dalam waktu dekat akan melakukan standarisasi pemeringkatan. Saat ini di Indonesia ada dua perusahaan pemeringkatan yaitu Kasnic yang terafiliasi dengan Fitch dan PT Pefindo yang terafiliasi dengan Standard & Poors (S&P). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads