Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun US$ 283 Juta
Selasa, 21 Des 2004 10:11 WIB
Jakarta - Cadangan devisa pemerintah pada minggu kedua Desember 2004 turun US$ 283 juta ke posisi US$ 35,53 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri. Sementara untuk posisi uang primer pada tanggal 15 Desember 2004, menurut siaran pers BI, Selas (21/12/2004) sebesar Rp 180,13 triliun atau turun Rp 3,57 triliun dari posisi tanggal 7 Desember 2004. Penurunan uang primer tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya uang kertas dan uang logam yang diedarkan.Untuk tagihan bersih kepada pemerintah pusat naik Rp 2,69 triliun menjadi Rp 210,75 triliun. Kenaikan tersebut terutama disebabkan antara lain oleh pembayaran kupon obligasi Pemerintah dan pinjaman luar negeri. Kredit Likuiditas Bank Indonesia relatif tidak mengalami perubahan. Sementara Operasi Pasar Terbuka (OPT) secara netto memberikan dampak kontraksi sebesar Rp 6,64 triliun. Dengan perkembangan di atas, NDA (Net Domestic Asset) dalam minggu ini memberikan pengaruh kontraksi sebesar Rp3,13 triliun sehingga mencapai Rp 13,92 triliun.
(qom/)











































