Pengurus Bank Persyarikatan akan Kooperatif dengan BI

Pengurus Bank Persyarikatan akan Kooperatif dengan BI

- detikFinance
Selasa, 21 Des 2004 14:11 WIB
Jakarta - Pengurus Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) mengaku akan bersikap kooperatif dengan pihak Bank Indonesia untuk menyelamatkan bank yang diharapkan menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah ini. Diharapkan dengan suntikan modal Rp 100-200 miliar bank ini akan keluar dari pengawasan khusus (special surveillance unit) Bank Indonesia.Demikian disampaikan oleh Dirut Bank Persyarikan Indonesia (BPI) Suhadji Istiadi yang mendampingi Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Komisaris Utama BPI Hajriyanto Y Thohari saat jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (21/12/2004)."Dengan suntikan modal baru Rp 100-200 miliar, bank ini bisa berjalan lagi. Kita akan bersikap kooperatif dengan Bank Indonesia untuk menyelamatkan Bank Persyarikatan," kata Suhadji yang buru-buru meluncur ke Bank Indonesia sehabis jumpa pers.Menurut Suhadji, saat ini dana pihak ketiga yang ada di Bank Persyarikatan mencapai Rp 500 miliar. Namun sejauh ini pada deposan itu masih tetap bersedia untuk menyimpan dananya di bank tersebut. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) berkisar antara 6-8 persen.Berubah Jadi Bank SyariahDalam kesempatan jumpa pers tersebut, Suhadji juga mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mengubah status Bank Persyarikatan dari bank umum menjadi bank syariah. ""Ada keinginan menjadi bank syariah yang sesuai dengan spirit dari Muhammadiyah sendiri yang menginginkan adanya bank syariah. Nanti kita bahas dengan tim marketing, mungkin ada perubahan nama atau lainnya sehingga citra masa lalu bisa diperbaiki," ungkapnya.Sementara itu Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengakui kerumitan masalah yang ada di Bank Persyarikatan diakibatkan salah urusnya pengelola lama. Meski demikian pihaknya akan tetap bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Bank Persyarikatan."Memang ada masalah. Kita tertipu oleh mitra bisnis yang lama (Lulu Harsono). Kita tidak ingin lari dari tanggung jawab. Kami akan bertanggung jawab," tegas Din sambil menyebutkan saat ini telah dibentuk manajemen baru untuk menyelesaikan permasalahan itu. Ketika disinggung soal investor yang akan menyuntikan modal baru ke Bank Persyarikatan, Din Syamsudin yang juga Sekjen MUI menyatakan sejauh ini sudah ada pembicaraan awal meskipun belum ada penandatanganan perjanjian."Kita telah bertemu dengan sejumlah investor beberapa waktu lalu. Tapi kita belum tanda-tangani perjanjiannya," kata Din. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads